Kamis, 21 Januari 2021

Terbentuknya 20 KWT Bermanfaat Bagi Ibu Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid 19

Angkasanews.id-
Jumat, 28 Agustus 2020 | 14:44WIB
2 menit baca
kelompok tani
16859678893602362891

Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten Membentuk 20 Kelompok Wanita Tani (KWT)

Penyuluh Pertanian Lapangan PPL Desa Joho Suhargo mengatakan, Pembentukan KWT itu dilakukan pada 2018 lalu. Masing-masing KWT membuat pekarangan kelompok memanfaatkan pekarangan rumah warga yang tak termanfaatkan. Dari pekarangan itu, para ibu-ibu yang tergabung dalam KWT menanami aneka sayuran dan saat ini ada 20 KWT”tandasnya Jumat (28/8/2020).

Dijelaskan pada  awalnya ada satu kelompok ibu-ibu yang ingin berlatih bercocok tanam.  ibu-ibu itu dilatih  dari PPL Kecamatan Pramabanan  untuk  bercocok tanam sayur secara organik untuk memperbaiki gizi keluarga agar mengonsumsi sayuran organik”.

Dari pelatihan itu terbentuk satu KWT. Setelah satu tahun berjalan, KWT berkembang ke setiap RT hingga terbentuk 20 KWT. “Awalnya itu dari 30 ibu-ibu menjadi satu KWT sekarang menjadi 20 KWT,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban KWT Joho, Dewi Yulis Tanto mengatakan  jumlah KWT di desa Joho terus berkembang pada 2019 silam. Untuk modal awal pengembangan itu, ibu-ibu di setiap RT patungan.

Di setiap RT Ibu Ibu  membuat lahan kelompok. Lahan tersebut  memanfaatkan pekarangan warga yang tak termanfaatkan. Selain menjadi lahan untuk pengembangan sayuran kelompok, lahan tersebut menjadi lokasi berkumpul dan berbagi ilmu cara budi daya sayuran secara organik”Jelasnya.

Sedangkan Masing-masing kelompok terdiri dari 30-40 orang tergantung jumlah ibu-ibu yang ada di setiap RT dan  setiap anggota KWT menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing seperti terong,Bayam,cabai ,Kubis dan lainya bisa untuk kebutuhan sehari harinya tidak berbelanja kepasar 

Terkait terbentuk KWT Di Desa Joho setiap bulannya bisa mendapatkan keuntungan  Rp250.000-300.000 per KWT untuk kas.

Di sisi lain Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan  pengembangan rumah pangan lestari melalui KWT di Joho sangat mengapresiasi karena menjadi hikmah dibalik pandemi Covid-19 karena Ibu-ibu yang kreatif  bisa memanfaatkan lahan  pekarangan mereka untuk menanam sayur sehingga tidak perlu keluar rumah. Ini juga menghemat pengeluaran keluarga. Ibu-ibu tidak lagi meminta uang tambahan ke suami untuk membeli sayuran keluarga,” tandas Bupati Klaten Sri Mulyani pada kegiatan  gerakan  Berkebun di lahan Pekarangan di Desa Joho Prambanan Klaten Jumat(28/8/20) sore.

Sementara Itu Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan DPKPP Klaten Widiyanti mengatakan  pemanfaatan pekarangan memiliki peranan yg penting dalam mensupport menyokong ketahanan pangan keluarga sehingga pada saat awal pandemi covid 19 yakni ibu rumah tangga tidak keluar rumah,dengan adanya pekarangan bisa mencukupi dan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan pekarangan selain bisa untuk mencukup kebutuhan pangan keluarga ternyata juga bisa menambah pendapatan keluarga.

Kami mendapatkan laporan bahwa untuk memberi uang saku anaknya tidak perlu meminta suaminya. ada juga yg untuk mencukupi kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi  dari pekarangan yang sedang digarap” ungkapnya. (YN) 

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…