Jumat, 23 April 2021

Rawan Pencurian, Kades di Klaten Diimbau Menjaga Benda Diduga Cagar Budaya

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:47WIB
2 menit baca
Tim dari BPCB Jawa Tengah mengecek objek yang diduga cagar budaya di Kelurahan Tonggalan, Klaten Tengah, Rabu (6/11/2019) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Tim dari BPCB Jawa Tengah mengecek objek yang diduga cagar budaya di Kelurahan Tonggalan, Klaten Tengah, Rabu (6/11/2019) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
16859678893602362891

Solopos.com, KLATEN – Dinilai rawan pencurian, kepala desa atau kades dan lurah di Klaten diimbau turut menjaga benda atau objek diduga cagar budaya di wilayah masing-masing.

Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) terkait antisipasi pencurian benda diduga cagar budaya oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten.

SE itu tertanggal 4 Mei 2020 dengan perihal antisipasi terhadap tindak pidana objek diduga cagar budaya. SE itu memuat tiga poin yakni Disparbudpora saat ini sedang menata pengolahan data benda atau objek yang diduga cagar budaya yang berjumlah ribuan tersebar di seluruh Klaten.

Selain itu, Disparbudpora mengharapkan bantuan seluruh camat di Klaten selaku kepala wilayah untuk membina dan mengarahkan para kades dan lurah ikut mengamankan benda cagar budaya tersebut.

Situasi saat ini yang kurang kondusif berpotensi menimbulkan tindak pidana cagar budaya terutama pencurian benda diduga cagar budaya. Benda-benda itu misalnya batu yoni, arca, batuan bekas candi, serta benda diduga cagar budaya lainnya.

Pendataan Benda Cagar Budaya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan SE itu dibuat menindaklanjuti surat dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng).

“Memang sampai saat ini belum ada tindak pidana cagar budaya seperti pencurian benda diduga cagar budaya. Ini kami sampaikan sebagai antisipasi saja,” kata Nugroho saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (8/5/2020).

Nugroho mengatakan SE itu sekaligus untuk pendataan benda diduga cagar budaya di Klaten. Dimungkinkan, masih banyak benda diduga cagar budaya ataupun situs yang belum terdata.

“Sebelumnya kami memang ada sarasehan budaya yang fungsinya termasuk menggali situs atau pun objek diduga cagar budaya di setiap wilayah. Namun, baru berjalan di tujuh lokasi, kegiatan terhenti karena ada pandemi Covid-19. Kami berharap jika ada objek diduga cagar budaya di desa yang belum terdata bisa segera dilaporkan kepada kami,” kata dia.

Rawan Pencurian

Salah satu pegiat cagar budaya dari Klaten Heritage Community, Harry Wahyudi, mengatakan sebelumnya komunitas mengirimkan surat ke BPCB Jateng agar melakukan langkah-langkah antisipasi pencurian objek diduga cagar budaya di Klaten.

Surat itu dilayangkan menyusul ada kekhawatiran meningkatnya kasus pencurian sebagai dampak pandemi Covid-19. Kasus pencurian juga dikhawatirkan menyasar objek diduga cagar budaya yang berjumlah ribuan dan tersebar di berbagai lokasi di Klaten.

“Banyak batu candi dengan relief dan tersebar di berbagai wilayah serta ada juga yang dibiarkan berserakan. Untuk antisipasi pencurian, bisa dikumpulkan di satu lokasi atau bisa melibatkan pihak desa untuk ikut berpartisipasi menjaga,” tutur dia.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BPBD Klaten Gelar Pembekalan Dan Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi

BPBD Klaten Gelar Pembekalan & Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi. : Bertempat di Pendopo Pemkab, Badan…

Imam Sholat Taraweh Positif Covid,Masjid Sementara di Tutup

Imam Sholat Taraweh Positif Covid , Masjid Sementara di Tutup Seorang Imam Shalat Tarawih di Masjid…

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat. Polres Klaten membagikan 950 takjil gratis…

Aparat Gabungan Klaten Gelar Operasi Yustisi Untuk Menekan Kasus Covid

Aparat Gabungan di Klaten Gelar Operasi Yustisia Untuk Menekan Kasus Covid. Personel gabungan dari Polres…

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terppadu Berbasis IT

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten kini miliki sebuah bangunan yang…

Kapolda Jateng Mengapresiasi Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten

Kapolda Jateng Mengapresiasi  Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten Kapolda Jateng Irjen Pol Drs…

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan  Pembangunan Ekonomi Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani membuka Rapat Koordinasi Dan…

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid 19 di 3 Desa di Prambanan Klaten

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid di 3 Desa di Prambanan Klaten Sebanyak 371 KK Warga…

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…