Senin, 18 Januari 2021

Rawan Pencurian, Kades di Klaten Diimbau Menjaga Benda Diduga Cagar Budaya

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:47WIB
2 menit baca
Tim dari BPCB Jawa Tengah mengecek objek yang diduga cagar budaya di Kelurahan Tonggalan, Klaten Tengah, Rabu (6/11/2019) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Tim dari BPCB Jawa Tengah mengecek objek yang diduga cagar budaya di Kelurahan Tonggalan, Klaten Tengah, Rabu (6/11/2019) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
16859678893602362891

Solopos.com, KLATEN – Dinilai rawan pencurian, kepala desa atau kades dan lurah di Klaten diimbau turut menjaga benda atau objek diduga cagar budaya di wilayah masing-masing.

Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) terkait antisipasi pencurian benda diduga cagar budaya oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten.

SE itu tertanggal 4 Mei 2020 dengan perihal antisipasi terhadap tindak pidana objek diduga cagar budaya. SE itu memuat tiga poin yakni Disparbudpora saat ini sedang menata pengolahan data benda atau objek yang diduga cagar budaya yang berjumlah ribuan tersebar di seluruh Klaten.

Selain itu, Disparbudpora mengharapkan bantuan seluruh camat di Klaten selaku kepala wilayah untuk membina dan mengarahkan para kades dan lurah ikut mengamankan benda cagar budaya tersebut.

Situasi saat ini yang kurang kondusif berpotensi menimbulkan tindak pidana cagar budaya terutama pencurian benda diduga cagar budaya. Benda-benda itu misalnya batu yoni, arca, batuan bekas candi, serta benda diduga cagar budaya lainnya.

Pendataan Benda Cagar Budaya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan SE itu dibuat menindaklanjuti surat dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng).

“Memang sampai saat ini belum ada tindak pidana cagar budaya seperti pencurian benda diduga cagar budaya. Ini kami sampaikan sebagai antisipasi saja,” kata Nugroho saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (8/5/2020).

Nugroho mengatakan SE itu sekaligus untuk pendataan benda diduga cagar budaya di Klaten. Dimungkinkan, masih banyak benda diduga cagar budaya ataupun situs yang belum terdata.

“Sebelumnya kami memang ada sarasehan budaya yang fungsinya termasuk menggali situs atau pun objek diduga cagar budaya di setiap wilayah. Namun, baru berjalan di tujuh lokasi, kegiatan terhenti karena ada pandemi Covid-19. Kami berharap jika ada objek diduga cagar budaya di desa yang belum terdata bisa segera dilaporkan kepada kami,” kata dia.

Rawan Pencurian

Salah satu pegiat cagar budaya dari Klaten Heritage Community, Harry Wahyudi, mengatakan sebelumnya komunitas mengirimkan surat ke BPCB Jateng agar melakukan langkah-langkah antisipasi pencurian objek diduga cagar budaya di Klaten.

Surat itu dilayangkan menyusul ada kekhawatiran meningkatnya kasus pencurian sebagai dampak pandemi Covid-19. Kasus pencurian juga dikhawatirkan menyasar objek diduga cagar budaya yang berjumlah ribuan dan tersebar di berbagai lokasi di Klaten.

“Banyak batu candi dengan relief dan tersebar di berbagai wilayah serta ada juga yang dibiarkan berserakan. Untuk antisipasi pencurian, bisa dikumpulkan di satu lokasi atau bisa melibatkan pihak desa untuk ikut berpartisipasi menjaga,” tutur dia.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…