Jumat, 30 Oktober 2020

Sejarah Pilkada Solo Dikuasai Cawali Dari Utara, Ini Penyebabnya Menurut Pemerhati Budaya

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:39WIB
3 menit baca
 Tundjung W. Sutirto tunjung_ws@yahoo.co.id Pemerhati budaya Dosen Ilmu Sejarah di Universitas Sebelas Maret
Tundjung W. Sutirto tunjung_ws@yahoo.co.id Pemerhati budaya Dosen Ilmu Sejarah di Universitas Sebelas Maret
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Pemerhati budaya dari UNS Solo, Tunjung W Sutirta, menyatakan tidak ada fakta tertulis yang bisa menjelaskan kenapa sejarah Pilkada Solo dikuasai cawali dari wilayah utara.

Namun, dilihat dari sejarah munculnya dikotomi Solo utara dan selatan, bisa dipahami masyarakat di wilayah utara memang lebih dinamis secara politik. Tunjung menjelaskan dikotomi antara wilayah utara dan selatan Solo sebenarnya bukan mengacu kepada Jl Slamet Riyadi.

Dikotomi itu mengacu pada rel kereta api yang membelah Kota Bengawan. Rel itu melintang Jl Slamet Riyadi di Kelurahan Purwosari, Laweyan. Selanjutnya rel yang dibangun pada masa kolonial Belanda itu sejajar dengan Jl Slamet Riyadi ke arah timur.

Keberadaan rel itu seolah memisahkan antara wilayah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan Mangkunegaran. Sebelumnya diberitakan, fakta sejarah Pilkada Solo dikuasai cawali dari utara Jl Slamet Riyadi menjadi alasan pengurus Ranting PDIP Kelurahan Pajang, Laweyan, beralih mendukung Gibran Rakabuming Raka.

Gibran yang merupakan putra Presiden Joko Widodo itu tinggal di wilayah utara yakni Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo. Alasan lainnya yakni pernyataan Achmad Purnomo, cawali yang diusulkan DPC PDIP Solo, mundur dari pencalonan pada April lalu.

Tradisi Agung Keraton

Tunjung W Sutirta mengatakan dikotomi Solo utara dan selatan yang berkembang yakni wilayah Keraton Kasunanan atau kidulan mewakili tradisi agung keraton. Sedangkan wilayah utara mewakili kelompok yang secara kultur muncul untuk meng-counter tradisi agung yang lahir dari wilayah keraton.

“Masyarakat di utara rel itu menjadi satu masyarakat yang secara kultur muncul untuk meng-counter tradisi agung itu. Representasi dalam politik kontemporer, banyak orang dari wilayah utara dinamis secara politik,” ujar dia kepada Solopos.com, Minggu (5/7/2020).

Hal ini menjelaskan kenapa masyarakat di wilayah utara rel KA tengah kota itu menurut sejarah dinamis secara politik dan menguasai Pilkada Solo. Menurut Tunjung, dalam suatu kebudayaan biasanya ada tradisi yang bersifat counter atas kebudayaan yang dilahirkan.

Dia mencontohkan dalam penamaan makanan di mana komunitas kerajaan selalu memakai nama yang indah. Sedangkan komunitas masyarakat yang jauh dari wilayah kerajaan biasanya memakai nama yang kasar.

Dalam konteks politik kontemporer, kondisi itu menginspirasi dan mendinamisasi warga utara rel untuk bisa tampil lebih dominan. “Dikotomi itu sejak zaman kolonial dengan adanya rel yang membelah tengah kota. Sebagai simbol memecah secara kultur, tidak hanya ekonomi dan transportasi. Ini budaya yang hidup, diwariskan, menjadi semacam mitos,” imbuh dia.

Banyak Pengusaha dan Politikus di Utara

Penuturan senada disampaikan aktivis muda Solo, Aldegar Abialdo Khrisma Murti. Dia menilai dominasi warga utara Jl Slamet Riyadi dalam sejarah Pilkada Solo serta pada jabatan pemimpin tidak ada kaitannya dengan hal gaib.

Dominannya figur-figur dari utara terhadap warga di selatan dikarenakan kondisi banyaknya figur pengusaha dan politikus di wilayah utara. “Jangan dikaitkan gaib. Itu terjadi karena tokoh politik lebih banyak di utara,” kata dia.

Dalam catatan Solopos.com, Wali Kota Solo sejak 1995 dijabat figur yang berasal dari utara Jl Slamet Riyadi. Dimulai dari Wali Kota Solo periode 1995-2000 yang dijabat Imam Sutopo, dilanjutkan Slamet Suryanto periode 2000-2005.

Tradisi orang utara memimpin berlanjut di masa pilkada langsung di mana Joko Widodo (Jokowi) dan FX Hadi Rudyatmo juga berasal dari utara Jl Slamet Riyadi. Akankah Wali Kota Solo 2021 juga dari utara?

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Pjs Bupati Klaten Tinjau 5 Obyek Wisata air di Klaten

Pjs Bupati Klaten Cek 5 Obyek Wisata di Klaten. Lima obyek wisata yang di tinjau…

Peringati Maulud Nabi 1442 H warga Lereng Gunung Merapi Desa Kepuharjo Cangkringan Sleman Gelar Kenduri Bersama

Peringati Maulud Nabi 1442 H warga Lereng Gunung Merapi Desa Kepuharjo Cangkringan Sleman gelar Kenduri…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Ditunjuk Disdik

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Di tunjuk Disdik. SMP Negeri 2…

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69 Jajaran Subbag Humas Polres…

Bawaslu Klaten Menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Masih Rendah

Bawaslu Klaten menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada masih Rendah.. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten…

Puluhan Pemuda Gotong Royong buat Akses Jalan Di Tengah Perkampungan

Puluhan Pemuda gotong Royong  buat Akses jalan di Tengah perkampungan, Puluhan Pemuda warga  Dusun Pucung…

PLN Peduli, YBM PT PLN Klaten Salurkan 250 Paket berupa Uang senilai RP 50 juta di Lima Panti Asuhan Yatim di Klaten

PLN Peduli,YBM PT PLN Klaten salurkan 250 paket senilai Rp 50 juta di lima Panti…

Makam Seluas 657 Meter Persegi di Kas Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan Tol Jogja-Solo

Makam Seluas 657 Meter Persegi  di Kas  Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan…

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima Bantuan Beras.

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima  Bantuan Beras.  Bantuan Sosial Beras…

12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten Mendapat Bantuan 24 Ekor Kambing

Sebanyak 12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten mendapat bantuan  24 ekor Kambing. Camat…