Senin, 18 Januari 2021

Status Cagar Budaya Omah Kapal Kudus Tanpa Manfaat

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:43WIB
2 menit baca
Penjaga menunjukkan kondisi Rumah Kapal yang tertutup tanaman liar. (Murianews-Yuda Auliya Rahman)
Penjaga menunjukkan kondisi Rumah Kapal yang tertutup tanaman liar. (Murianews-Yuda Auliya Rahman)
16859678893602362891

Solopos.com, KUDUS — Pemkab Kudus tak memberikan kontribusi yang jelas atas bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya di kabupaten setempat. Alhasil, pemilik bangunan yang lazim dikenal sebagai Rumah Kapal atau Omah Kapal di Jl. K.H.R. Asnawi, Kelurahan Damaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah minta status itu dihapus saja.

Pemilik bangunan itu tampak tidak terawat dan telah tertutup tanaman liar. Bahkan belakangan hari ini, beredar isu di kalangan awak media massa bahwa pemilik Omah Kapal telah mengajukan permohonan pencabutan status cagar budaya atas tempat itu.

Muhammad Bismark Muzahid, 53, selaku ahli waris atau pemilik Rumah Kapal generasi ketiga membenarkan hal tersebut. Ia mengaku memang telah mengajukan surat permohonan pencabutan status cagar budaya untuk Rumah Kapal.

“Pada bulan Desember lalu kami ajukan surat permohonan pencabutan status cagar budaya. Sebelumnya sudah pernah saya ajukan saat bupati yang dulu. Karena tidak ada respons ini saya ajukan lagi,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Perawatan Cagar Budaya

Menurutnya, permohonan pencabutan tersebut karena dinilai tidak ada urun rembuk dari pihak pemerintah dan pemilik atas pencatatan rumah kapal sebagai cagar budaya di Kudus. Selain itu menurut dia, selama ini dari pemerintah juga tidak ada kontribusi untuk melakukan perawatan di Rumah Kapal.

“Selama ini saya tidak tahu kriteria cagar budaya itu seperti apa. Tidak pernah ada musyawarah dengan saya terkait kenapa bisa jadi cagar budaya” ujarnya.

Ia mengaku saat ini kondisi Rumah Kapal memang sudah tidak terawat. Semenjak kakeknya meninggal sekitar tahun 1950-an memang tidak ada perawatan. Kini bangunan hanya tinggal 30 persen tersisa. Hanya badan kapal bawah saja dan itu pun tertutup oleh tanaman liar.

Ke depannya ia belum tahu jika sudah dicabut dari cagar budaya, akan diapakan bangunan tersebut. “Belum tahu apakah akan saya jadikan tempat usaha wisata atau apa belum tahu. Saat ini belum ada rencana untuk merobohkan rumah kapal tersebut,” tandasnya.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…