Selasa, 20 Oktober 2020

Status Cagar Budaya Omah Kapal Kudus Tanpa Manfaat

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:43WIB
2 menit baca
Penjaga menunjukkan kondisi Rumah Kapal yang tertutup tanaman liar. (Murianews-Yuda Auliya Rahman)
Penjaga menunjukkan kondisi Rumah Kapal yang tertutup tanaman liar. (Murianews-Yuda Auliya Rahman)
16859678893602362891

Solopos.com, KUDUS — Pemkab Kudus tak memberikan kontribusi yang jelas atas bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya di kabupaten setempat. Alhasil, pemilik bangunan yang lazim dikenal sebagai Rumah Kapal atau Omah Kapal di Jl. K.H.R. Asnawi, Kelurahan Damaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah minta status itu dihapus saja.

Pemilik bangunan itu tampak tidak terawat dan telah tertutup tanaman liar. Bahkan belakangan hari ini, beredar isu di kalangan awak media massa bahwa pemilik Omah Kapal telah mengajukan permohonan pencabutan status cagar budaya atas tempat itu.

Muhammad Bismark Muzahid, 53, selaku ahli waris atau pemilik Rumah Kapal generasi ketiga membenarkan hal tersebut. Ia mengaku memang telah mengajukan surat permohonan pencabutan status cagar budaya untuk Rumah Kapal.

“Pada bulan Desember lalu kami ajukan surat permohonan pencabutan status cagar budaya. Sebelumnya sudah pernah saya ajukan saat bupati yang dulu. Karena tidak ada respons ini saya ajukan lagi,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Perawatan Cagar Budaya

Menurutnya, permohonan pencabutan tersebut karena dinilai tidak ada urun rembuk dari pihak pemerintah dan pemilik atas pencatatan rumah kapal sebagai cagar budaya di Kudus. Selain itu menurut dia, selama ini dari pemerintah juga tidak ada kontribusi untuk melakukan perawatan di Rumah Kapal.

“Selama ini saya tidak tahu kriteria cagar budaya itu seperti apa. Tidak pernah ada musyawarah dengan saya terkait kenapa bisa jadi cagar budaya” ujarnya.

Ia mengaku saat ini kondisi Rumah Kapal memang sudah tidak terawat. Semenjak kakeknya meninggal sekitar tahun 1950-an memang tidak ada perawatan. Kini bangunan hanya tinggal 30 persen tersisa. Hanya badan kapal bawah saja dan itu pun tertutup oleh tanaman liar.

Ke depannya ia belum tahu jika sudah dicabut dari cagar budaya, akan diapakan bangunan tersebut. “Belum tahu apakah akan saya jadikan tempat usaha wisata atau apa belum tahu. Saat ini belum ada rencana untuk merobohkan rumah kapal tersebut,” tandasnya.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…

Pemdes Kebonalas Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa Baru Senilai Rp 700 Juta.

Pemerintah Desa Kebonalas Kecamatan Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa baru dengan anggaran senilai RP 700…

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako. KBRN,…

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi.

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi. Kepala Desa Joho Sulis…

Pengembang Siapkan Ratusan Rumah Untuk Warga Klaten Yang Terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo

Pengembang siapkan Ratusan Rumah untuk warga Klaten yang terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo. Unit…

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama Hingga Ke Empat Berjalan Lancar.

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama  Hingga Tahap Ke Empat …

Dampak Covid 19, PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten baru Capai 75 %

Dampak Covid 19 PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten Baru capai 75 %. Akibat Covid-19 pendapatan…

5 SMP N di Klaten Uji Coba PTM berjalan baik dan Lancar

5 SMP N di Klaten Uji Coba  PTM hari pertama  berjalan baik dan Lancar. Kepala…

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB Bisa Capai 98 % Meskipun Covid 19

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB bisa Capai 98 persen meskipun Covid 19.  …