Rabu, 27 Januari 2021

Uji Coba New Normal Wisata Blue Lagoon di Desa Widodomartani Sleman Ramai Pengunjung

Angkasanews.id-
Minggu, 23 Agustus 2020 | 12:35WIB
3 menit baca
Wisata Air Blue Lagoon ramai pengunjung
Wisata Air Blue Lagoon ramai pengunjung
16859678893602362891

Uji Coba New Normal Desa Wisata Mata air Blue Lagoon di Desa Widodomartani Ngemplak Sleman ramai Pengunjung.

Desa Wisata Mata Air Blue Lagoon yang Lokasinya berada di kawasan Gunung Merapi di Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sleman Yogyakarta berupa Pemandian Obyek Wisata Blue Lagoon ada daya tarik  khusus Yakni  yang bersumber mata air alami dari bawah.

Pengelola Desa Wisata Blue Lagoon Suhadi mengatakan, Blue Lagoon adalah sebuah wisata dan budaya yang diresmikan Bupati Sleman pada tahun 2015. Dimasa pandemi Covid 19 ini wisata tersebut tetap exsis meskipun terkena musibah runtuhnya DAM, “Blue Lagoon tetap kita jadikan wisata atau desa wisata pemandian alam” Tandas Suhadi kepada wartawan di Sela sela acara Uji Coba New Normal di Desa Wisata Blue Lagoon Desa Widodomartani Ngemplak Sleman Minggu (23/8/2020).

Di katakannya, untuk kunjungan hari libur dalam satu minggu meskipun belum dibuka secara resmi dan masih dalam kondisi pembangunan ujicoba, lokasi  wisata tidak bisa menolak kunjungan warga masyarakat disekitarnya yang mungkin sudah bosan di rumah. Jadi jumlah pengunjung juga meningkat rata-rata  dalam seminggu dimana perharinya bisa mencapai 100 hingga 150 orang pengunjung dalam masa pandemi Covid 19.

Di jelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di lokasi wisata karena belum di buka secara resmi, maka meminimlisir kegiatan pengunjung yang sifatnya berkumpul, memperhatikan protokol kesehatan covid-19 dengan menyediakan sarana prasarana kesehatan seperti APD yang intinya bisa mencegah penyebaran covid-19, menyediakan tempat Cuci tangan, Cek Suhu, pengunjung harus pakai masker” Ujarnya.

Uji Coba New Normal Desa Wisata Blue Lagoon

Lebih Lanjut Suhadi mengatakan, Desa wisata Blue lagoon di harapkan bisa tumbuh kembali eksis di dunia Pariwisata dan ingin uji coba kelayakan lokasi yang kemarin terkena musibah. Perlu di promosikan kembali yang awalnya sudah eksis karena terjadi musibahs sehingga harus dimulai dari nol lagi, maka dari itu perlu adanya promosi dari berbagai pihak termasuk rekan-rekan Media dan pelajar-pelajar dengan  harapan Desa Wisata Blue Lagoon bisa bangkit kembali dan bisa menjadi desa wisata seperti dulu yang bisa mensejahterakan masyarakat lebih luas lagi.

Ia menambahkan, Desa wisata Blue lagoon yang bisa dilihat utamany yaitu untuk pemandian, ada kuliner juga  kesenian  dengan paket sekitar 10-15 ribu sudah bisa menikmati kuliner khas. Karena saat ini belum dibuka secara resmi, maka pengunjung membayar sifatnya masih sukarela dan transaksinya cukup memasukan dalam kotak.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan, wisatawan yang datang di Obyek Wisata Blue Lagoon diharapkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik, dan harus dengan kesadaran masing-masing baik dari wisatawan maupun pengelolanya. Bulan September awal sepakat semua desa-desa wisata untuk menerapkan konsep kelompok-kelompok kecil, misalnya apabila dahulu sebelum covid 19 ada wisatawan datang pakai bus rombongan kita senang, sekarang mungkin akan lebih dibatasi, karena jika nantinya datang wisatawan yang terlalu banyak kita khawatir mereka tidak bisa menjaga protokol kesehatan” katanya.

Di sisi lain Pengunjung dari Desa Selomartani Kalasan Sukisno 50 tahun mengatakan, Obyek Wisata Blue Lagoon tempatnya lumayan bagus, airnya jernih, areanya cukup luas dan dirinya baru sekali ini ke Obyek Wisata Blue Lagoon dan di bukanya kembali Wisata Blue Lagoon masih taraf uji coba new normal pihaknya mendukung” pungkasnya. (YN)

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Polres Klaten Ungkap Sindikat Penipuan Jual Beli Kendaraan Online

Polres Klaten Ungkap Sindikat Penipuan Jual Beli Kendaraan Online. Aparat gabungan dari Polsek Jatinom dan…

Polres Klaten Ringkus Dua Tersangka Pencuri Laptop Dan Handphone

Polres Klaten Ringkus Dua Tersangka  Pencuri Laptop dan Handphone. WNF  (27), warga Desa Koripan, Kecamatan…

1.200 Kader Fatayat NU Klaten Siap Jadi Satgas Protokol Kesehatan Dalam Keluarga

1.200 Kader Fatayat NU Klaten Siap Jadi Satgas Protokol Kesehatan Dalam Keluarga. Menyikapi kondisi penambahan…

Pemkab Klaten Menetapkan Enam Prioritas Pembangunan 2022

Pemkab Klaten Menetapkan Enam Prioritas Pembangunan 2022, Pemerintah Kabupaten Klaten mulai ancang-ancang dalam prioritas pembangunan…

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…