Sabtu, 24 Juli 2021

Uji Coba New Normal Wisata Blue Lagoon di Desa Widodomartani Sleman Ramai Pengunjung

Angkasanews.id-
Minggu, 23 Agustus 2020 | 12:35WIB
3 menit baca
Wisata Air Blue Lagoon ramai pengunjung
Wisata Air Blue Lagoon ramai pengunjung
16859678893602362891

Uji Coba New Normal Desa Wisata Mata air Blue Lagoon di Desa Widodomartani Ngemplak Sleman ramai Pengunjung.

Desa Wisata Mata Air Blue Lagoon yang Lokasinya berada di kawasan Gunung Merapi di Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sleman Yogyakarta berupa Pemandian Obyek Wisata Blue Lagoon ada daya tarik  khusus Yakni  yang bersumber mata air alami dari bawah.

Pengelola Desa Wisata Blue Lagoon Suhadi mengatakan, Blue Lagoon adalah sebuah wisata dan budaya yang diresmikan Bupati Sleman pada tahun 2015. Dimasa pandemi Covid 19 ini wisata tersebut tetap exsis meskipun terkena musibah runtuhnya DAM, “Blue Lagoon tetap kita jadikan wisata atau desa wisata pemandian alam” Tandas Suhadi kepada wartawan di Sela sela acara Uji Coba New Normal di Desa Wisata Blue Lagoon Desa Widodomartani Ngemplak Sleman Minggu (23/8/2020).

Di katakannya, untuk kunjungan hari libur dalam satu minggu meskipun belum dibuka secara resmi dan masih dalam kondisi pembangunan ujicoba, lokasi  wisata tidak bisa menolak kunjungan warga masyarakat disekitarnya yang mungkin sudah bosan di rumah. Jadi jumlah pengunjung juga meningkat rata-rata  dalam seminggu dimana perharinya bisa mencapai 100 hingga 150 orang pengunjung dalam masa pandemi Covid 19.

Di jelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di lokasi wisata karena belum di buka secara resmi, maka meminimlisir kegiatan pengunjung yang sifatnya berkumpul, memperhatikan protokol kesehatan covid-19 dengan menyediakan sarana prasarana kesehatan seperti APD yang intinya bisa mencegah penyebaran covid-19, menyediakan tempat Cuci tangan, Cek Suhu, pengunjung harus pakai masker” Ujarnya.

Uji Coba New Normal Desa Wisata Blue Lagoon

Lebih Lanjut Suhadi mengatakan, Desa wisata Blue lagoon di harapkan bisa tumbuh kembali eksis di dunia Pariwisata dan ingin uji coba kelayakan lokasi yang kemarin terkena musibah. Perlu di promosikan kembali yang awalnya sudah eksis karena terjadi musibahs sehingga harus dimulai dari nol lagi, maka dari itu perlu adanya promosi dari berbagai pihak termasuk rekan-rekan Media dan pelajar-pelajar dengan  harapan Desa Wisata Blue Lagoon bisa bangkit kembali dan bisa menjadi desa wisata seperti dulu yang bisa mensejahterakan masyarakat lebih luas lagi.

Ia menambahkan, Desa wisata Blue lagoon yang bisa dilihat utamany yaitu untuk pemandian, ada kuliner juga  kesenian  dengan paket sekitar 10-15 ribu sudah bisa menikmati kuliner khas. Karena saat ini belum dibuka secara resmi, maka pengunjung membayar sifatnya masih sukarela dan transaksinya cukup memasukan dalam kotak.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan, wisatawan yang datang di Obyek Wisata Blue Lagoon diharapkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik, dan harus dengan kesadaran masing-masing baik dari wisatawan maupun pengelolanya. Bulan September awal sepakat semua desa-desa wisata untuk menerapkan konsep kelompok-kelompok kecil, misalnya apabila dahulu sebelum covid 19 ada wisatawan datang pakai bus rombongan kita senang, sekarang mungkin akan lebih dibatasi, karena jika nantinya datang wisatawan yang terlalu banyak kita khawatir mereka tidak bisa menjaga protokol kesehatan” katanya.

Di sisi lain Pengunjung dari Desa Selomartani Kalasan Sukisno 50 tahun mengatakan, Obyek Wisata Blue Lagoon tempatnya lumayan bagus, airnya jernih, areanya cukup luas dan dirinya baru sekali ini ke Obyek Wisata Blue Lagoon dan di bukanya kembali Wisata Blue Lagoon masih taraf uji coba new normal pihaknya mendukung” pungkasnya. (YN)

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…