Sabtu, 24 Juli 2021

3 Kali Kalah, Begini Perjalanan Gugatan Hukum Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan Solo

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:01WIB
2 menit baca
 H-1 Lebaran 2020, lalu lintas di Flyover Manahan Solo terpantau ramai lancar (Solopos.com/Muhammad Ferri Setiawan).
H-1 Lebaran 2020, lalu lintas di Flyover Manahan Solo terpantau ramai lancar (Solopos.com/Muhammad Ferri Setiawan).
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) berencana menggugat lagi ke pengadilan terkait kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo.

LP3HI merupakan penasihat hukum keluarga Retnoningtri, korban meninggal dalam tabrak lari di flyover tersebut, 1 Juli 2019 lalu.

LP3HI berencana menggugat Polresta Solo lewat praperadilan meskipun tiga kali gugatan sebelumnya selalu kalah. Namun gugatan itu tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

Penasihat hukum keluarga korban, Arif Sahudi, saat dijumpai wartawan, Rabu (1/7/2020), mengatakan telah menyampaikan penundaan tersebut kepada Marthen Jelipele.

Marthen merupakan suami korban kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo. “Kalau pandemi virus corona ini sudah reda, pasti akan kami lakukan lagi,” ujar Arif Sahudi.

Sebelumnya, LP3HI Kota Solo menggugat Polresta Solo dengan tuntutan segera mengungkap pelaku tabrak lari yang menewaskan Retnoningtri. LP3HI juga menabur bunga simbol keprihatinannya di sebelah barat Flyover Manahan pada Senin (12/8/2019).

Gugatan pertama terkait kasus tabrak lari di flyover Manahan itu dipimpin hakim Pandu Budiono. Hakim memutuskan menolak seluruh gugatan LP3HI terkait penghentian penyidikan oleh kepolisian.

Tiga Alat Bukti

Awal September 2019, LP3HI kembali menggugat Polresta Solo. Tuntutannya agar polisi meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan karena telah memiliki tiga alat bukti yang cukup.

Namun, hakim tunggal Supomo memutuskan menolak gugatan LP3HI dengan pertimbangan nebis in idem. Artinya perkara yang sama pernah digugat dalam praperadilan.

Akhir Oktober 2019, giliran Marthen Jelipele, suami korban kasus tabrak lari di flyover Manahan, Solo, itu menggugat Polresta Solo bersama Perkumpulan Bantuan Hukum Peduli Keadilan (Peka).

Marthen kecewa sudah lebih dari empat bulan, pelaku tabrak lari tak kunjung tertangkap. Namun, praperadilan ketiga Polresta Solo kembali memenangi gugatan.

Hakim tunggal Sunaryanto menganggap penggugat tidak masuk dalam kualifikasi pihak berkepentingan.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Afrian Satya Permadi mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai menyebut gugatan itu adalah hak masyarakat.

Saat persidangan penyidik siap menyampaikan perkembangan kasus itu. “Tidak apa-apa, itu hak. Nanti kami sampaikan perkembangannya,” ujar dia.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…