Jumat, 22 Januari 2021

3 Kali Kalah, Begini Perjalanan Gugatan Hukum Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan Solo

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:01WIB
2 menit baca
 H-1 Lebaran 2020, lalu lintas di Flyover Manahan Solo terpantau ramai lancar (Solopos.com/Muhammad Ferri Setiawan).
H-1 Lebaran 2020, lalu lintas di Flyover Manahan Solo terpantau ramai lancar (Solopos.com/Muhammad Ferri Setiawan).
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) berencana menggugat lagi ke pengadilan terkait kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo.

LP3HI merupakan penasihat hukum keluarga Retnoningtri, korban meninggal dalam tabrak lari di flyover tersebut, 1 Juli 2019 lalu.

LP3HI berencana menggugat Polresta Solo lewat praperadilan meskipun tiga kali gugatan sebelumnya selalu kalah. Namun gugatan itu tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

Penasihat hukum keluarga korban, Arif Sahudi, saat dijumpai wartawan, Rabu (1/7/2020), mengatakan telah menyampaikan penundaan tersebut kepada Marthen Jelipele.

Marthen merupakan suami korban kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo. “Kalau pandemi virus corona ini sudah reda, pasti akan kami lakukan lagi,” ujar Arif Sahudi.

Sebelumnya, LP3HI Kota Solo menggugat Polresta Solo dengan tuntutan segera mengungkap pelaku tabrak lari yang menewaskan Retnoningtri. LP3HI juga menabur bunga simbol keprihatinannya di sebelah barat Flyover Manahan pada Senin (12/8/2019).

Gugatan pertama terkait kasus tabrak lari di flyover Manahan itu dipimpin hakim Pandu Budiono. Hakim memutuskan menolak seluruh gugatan LP3HI terkait penghentian penyidikan oleh kepolisian.

Tiga Alat Bukti

Awal September 2019, LP3HI kembali menggugat Polresta Solo. Tuntutannya agar polisi meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan karena telah memiliki tiga alat bukti yang cukup.

Namun, hakim tunggal Supomo memutuskan menolak gugatan LP3HI dengan pertimbangan nebis in idem. Artinya perkara yang sama pernah digugat dalam praperadilan.

Akhir Oktober 2019, giliran Marthen Jelipele, suami korban kasus tabrak lari di flyover Manahan, Solo, itu menggugat Polresta Solo bersama Perkumpulan Bantuan Hukum Peduli Keadilan (Peka).

Marthen kecewa sudah lebih dari empat bulan, pelaku tabrak lari tak kunjung tertangkap. Namun, praperadilan ketiga Polresta Solo kembali memenangi gugatan.

Hakim tunggal Sunaryanto menganggap penggugat tidak masuk dalam kualifikasi pihak berkepentingan.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Afrian Satya Permadi mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai menyebut gugatan itu adalah hak masyarakat.

Saat persidangan penyidik siap menyampaikan perkembangan kasus itu. “Tidak apa-apa, itu hak. Nanti kami sampaikan perkembangannya,” ujar dia.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…