Jumat, 23 April 2021

Anak-Anak Solo Dilarang Ngemal, Nekat Melanggar Bakal Dihukum

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:06WIB
2 menit baca
 Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (Solopos/Dok)
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (Solopos/Dok)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku razia anak usia sekolah yang bermain di mal, taman kota, maupun tempat-tempat keramaian lainnya bakal efektif mulai Senin (8/6/2020) mendatang.

Aturan teknis terkait hal itu masih disusun dan bakal diterbitkan pada hari itu. “Perwali ini boleh dibilang persiapan kenormalan baru. Mengatur semuanya mulai dari pendidikan, perdagangan, pariwisata, kebudayaan, dan lain-lain,” kata dia, kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan salah satu yang paling krusial dalam Perwali tersebut adalah mengatur aktivitas anak usia sekolah. Berdasarkan masukan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), anak sekolah baru bisa bertatap muka pada Desember.

Selain itu, mereka juga merekomendasikan agar balita dan anak usia sekolah tidak pergi ke mal, toserba, tempat wisata, tempat bermain, dan taman kota. Kemudian, larangan berkerumun dan tidak berjabat tangan, serta mengawasi anak saat bermain dengan anak lainnya.

“Supaya bisa berjalan dengan baik, hal itu dituangkan dalam Perwali yang nanti akan diterbitkan dan disosialisasikan mulai 8 Juni 2020. Larangan inipun sudah bekerjasama dengan TNI/Polri dan Satpol PP. Mereka akan patroli, sehingga kalau nanti ada yang melanggar Perwali itu tentunya ada sanksi,” kata dia.

Sanksi

Sanksi tersebut antara lain meminta orangtua membuat surat pernyataan atau jaminan agar anak tidak mengulangi perbuatannya lagi. Sementara yang kedapatan nongkrong di mal akan langsung dibawa ke Kantor Satpol PP untuk mendapatkan pembinaan.

“Tidak ada sanksi denda karena kalau ada denda, aturannya harus lewat Peraturan Daerah (Perda). Hanya sanksi administrasi dan sanksi sosial, tapi kami berharap masyarakat patuh,” ucap Rudy.

Ihwal banyaknya anak yang mulai bersepeda keliling Kota Solo kemudian bertemu dan berkumpul di satu tempat, ia mengaku bakal meminta petugas untuk langsung membubarkan. Rudy mengizinkan anak-anak untuk bersepeda namun tidak bergerombol dan wajib memakai masker.

“Kalau nekat bergerombol, ya, akan ditertibkan, dibubarkan,” tandasnya.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BPBD Klaten Gelar Pembekalan Dan Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi

BPBD Klaten Gelar Pembekalan & Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi. : Bertempat di Pendopo Pemkab, Badan…

Imam Sholat Taraweh Positif Covid,Masjid Sementara di Tutup

Imam Sholat Taraweh Positif Covid , Masjid Sementara di Tutup Seorang Imam Shalat Tarawih di Masjid…

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat. Polres Klaten membagikan 950 takjil gratis…

Aparat Gabungan Klaten Gelar Operasi Yustisi Untuk Menekan Kasus Covid

Aparat Gabungan di Klaten Gelar Operasi Yustisia Untuk Menekan Kasus Covid. Personel gabungan dari Polres…

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terppadu Berbasis IT

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten kini miliki sebuah bangunan yang…

Kapolda Jateng Mengapresiasi Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten

Kapolda Jateng Mengapresiasi  Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten Kapolda Jateng Irjen Pol Drs…

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan  Pembangunan Ekonomi Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani membuka Rapat Koordinasi Dan…

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid 19 di 3 Desa di Prambanan Klaten

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid di 3 Desa di Prambanan Klaten Sebanyak 371 KK Warga…

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…