Sabtu, 24 Juli 2021

PCNU Sragen: Pasien Positif Covid-19 dan PDP Haram Hukumnya Salat Id Berjamaah di Masjid

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:07WIB
3 menit baca
Ilustrasi keluarga lawan Covid-19. (Freepik)
Ilustrasi keluarga lawan Covid-19. (Freepik)
16859678893602362891

Solopos.com, SRAGEN — Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen menyampaikan pasien positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan atau PDP haram hukumnya untuk mengikuti Salat Id berjamaah di masjid atau lapangan.

Hukum itu mengacu pada keputusan Pengurus Besar NU (PBNU) dengan pertimbangan mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya dan berisiko tinggi memicu persebaran virus corona.

Sekretaris PCNU Sragen Sriyanto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (23/5/2020), menyampaikan Salat Idulfitri itu sebenarnya amalan sunnah. Dia menerangkan bagi pasien positif Covid-19 dan PDP yang mengerjakan amalan sunnah itu sangat berisiko terjadi penularan virus corona.

Mudaratnya juga lebih besar sehingga hukum bagi pasien positif Covid-19 dan PDP untuk Salat Id berjamaah di masjid atau lapangan menjadi haram.

“Kalau PDP itu jelas sakit jadi tidak memungkinkan salat berjamaah. Ketentuan hukum itu rujukannya juga keputusan dari PBNU,” ujarnya.

Ketentuan tersebut juga tertuang dalam Surat PCNU Sragen No PC.11.17/B/121/IV/2020 tertanggal 20 April 2020 tentang Surat Imbauan Ibadah Pada Bulan Ramadan yang disampaikan Ketua PCNU Sragen KH Ma’ruf Islamudin kepada Solopos.com, Jumat (22/5/2020) lalu.

OTG Bisa Ikut Salat Id Berjamaah

Dalam lampiran kedua surat itu menjelaskan haramnya pasien atau orang positif Covid-19 dan PDP untuk Salat Id berjamaah di masjid. Bagi orang dalam pemantauan (ODP) juga tidak diperkenankan menghadiri Salat Id berjamaah di masjid.

Sementara bagi orang tanpa gejala (OTG) bisa menghadiri Salat Idulfitri berjamaah di masjid. PCNU mengimbau masyarakat bila terpaksa menyelenggarakan Salat Id lebih dari 10 orang harus berkoordinasi dengan pemerintah dan keamanan setempat. Juga harus mengikuti catatan-catatan tertentu.

 

Di desa/kelurahan dan lingkungan yang tidak ada ODP dan PDP tetap mengupayakan kewaspadaan penularan Covid-19. Di desa/kelurahan dan lingkungan yang ada ODP dan PDP harus mengupayakan protokol atau SOP pencegahan Covid-19.

Di desa/kelurahan dan lingkungan perkotaan dekat pasar dan jalan raya dikhawatirkan terjadi persebaran Covid-19 karena banyak musafir yang mampir. Karenanya disarankan tidak menyelenggarakan Salat Id di masjid bila tidak mampu menolak musafir.

Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen tidak secara spesifik menyebut soal Salat Id berjamaah bagi pasien positif Covid-19 atau PDP.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, KH Abdullah Affandi, hanya menyerukan kepada masyarakat untuk melaksanakan Salat Id di rumah saja dan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan serta menjaga jarak.

Affandi juga menyampaikan PDM mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengadakan takbir keliling. “Seruan itu dilakukan dengan alasan Sragen masih zona merah. Seruan itu ditujukan kepada kaum muslimin, khususnya warga Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting,” ujarnya.

Fatwa MUI

Ketua DPD LDII Kabupaten Sragen Soemarsono juga menyerukan kepada umat Islam untuk bertawakal kepada Allah memohon supaya wabah Covid-19 segera sirna. Dia mengatakan LDII Sragen juga mengimbau warga supaya mengikuti peraturan pemerintah dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Peraturan itu meliputi masyarakat tidak melaksanakan takbir keliling, Salat Idulfitri dilaksanakan di rumah masing-masing. Jika kondisi memungkinkan bisa dilaksanakan di masjid dengan koordinasi bersama pemerintah setempat dan selalu memperhatikan protokol kesehatan.

“Protokol itu seperti jumlahnya dibatasi, pakai masker, cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak, tidak ada salaman, dan bawa sajadah sendiri,” katanya.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…