Sabtu, 24 Juli 2021

Penasihat Hukum Keluarga Korban Tabrak Lari Flyover Manahan Solo Tak Tahu Soal Temuan Pelat Nomor

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:57WIB
2 menit baca
Ruwatan di perlintasan sebidang bawah Flyover Manahan Solo, Rabu (1/7/2020) siang. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)
Ruwatan di perlintasan sebidang bawah Flyover Manahan Solo, Rabu (1/7/2020) siang. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Penasihat hukum keluarga korban tabrak lari di flyover Manahan, Solo, Arif Sahudi, mengaku dari awal tidak mengetahui adanya temuan pelat nomor dan bumper mobil di sekitar lokasi kejadian setahun lalu.

Kini setelah mengetahui adanya temuan itu, Arif mengatakan bakal kembali menggugat kasus tabrak lari yang mengakibatkan Retnoningtri, 54, warga Serengan, Solo, meninggal dunia. Apalagi temuan pelat nomor dan pecahan bumper itu kabarnya sudah diserahkan ke petugas terkait.

Sebelumnya diinformasikan, saat digelar ruwatan satu tahun peristiwa tabrak lari di flyover Manahan, Solo, Rabu (1/7/2020), ada warga sekitar yang mengaku menemukan pelat nomor dan pecahan bumper mobil sesaat seusai kejadian.

Arif ikut mendengar pengakuan salah satu warga yang langsung datang ke lokasi begitu tahu ada tabrak lari di flyover Manahan, Solo, 1 Juli 2019 lalu. Menurut Arif, ruwatan itu tidak sia-sia.

Ada hasil positif yakni terketuknya hati seseorang yang menyampaikan keterangan telah menemukan pelat nomor dan pecahan bumper mobil di sekitar lokasi kejadian.

“Kami akan berupaya hukum lagi, bisa juga mengirimkan surat ke Satlantas atau ke Pengadilan Negeri Solo bahwa ada saksi yang menemukan pelat dan pecahan bumper ke petugas,” papar dia saat dijumpai wartawan, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, Marthen Jelipele yang merupakan suami dari Retnoningtri, 54, korban meninggal dunia akibat tabrak lari itu menggelar ruwatan di perlintasan bawah flyover Manahan, Solo, Rabu (1/7/2020) siang.

Mendoakan Pelaku

Dalam upacara ruwatan itu para peserta ruwatan berdoa agar pelaku tabrak lari dapat segera terungkap. Ruwatan itu merupakan kegiatan budaya agar menjadi motivasi masyarakat bersama-sama mendoakan pelaku tabrak lari.

“Tindakan pelaku telah menimbulkan korban meninggal dunia. Kalau pelaku sadar dapat hadir ke keluarga untuk meminta maaf. Saya mewakili suami korban, saya sudah berusaha lewat jalur hukum tidak hanya sekali. Ada korban meninggal dunia tapi tidak ada pelaku. Semoga lewat jalur ini malah tembus dan alam membantu,” ujar Arif.

Ia menambahkan ruwatan itu juga sebagai cara agar keluarga tetap kuat sepeninggal Retnoningtri akibat tabrak lari di flyover Manahan, Solo. Ia menegaskan akan kembali menempuh jalur hukum yakni praperadilan setelah pandemi Covid-19 berlalu.

Marthen Jelipele, mengatakan sudah setahun berlalu kasus yang mengakibatkan Retnoningtri meninggal dunia tetapi belum ada titik terang. Ia menjelaskan selama ini hanya memperoleh keterangan bahwa rekaman itu tidak jelas.

Dia juga menyayangkan adanya pergantian Kanit Laka Satlantas Polresta Solo sehingga keterangan yang ia peroleh pun berbeda.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…