Senin, 18 Januari 2021

Penasihat Hukum Keluarga Korban Tabrak Lari Flyover Manahan Solo Tak Tahu Soal Temuan Pelat Nomor

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:57WIB
2 menit baca
Ruwatan di perlintasan sebidang bawah Flyover Manahan Solo, Rabu (1/7/2020) siang. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)
Ruwatan di perlintasan sebidang bawah Flyover Manahan Solo, Rabu (1/7/2020) siang. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Penasihat hukum keluarga korban tabrak lari di flyover Manahan, Solo, Arif Sahudi, mengaku dari awal tidak mengetahui adanya temuan pelat nomor dan bumper mobil di sekitar lokasi kejadian setahun lalu.

Kini setelah mengetahui adanya temuan itu, Arif mengatakan bakal kembali menggugat kasus tabrak lari yang mengakibatkan Retnoningtri, 54, warga Serengan, Solo, meninggal dunia. Apalagi temuan pelat nomor dan pecahan bumper itu kabarnya sudah diserahkan ke petugas terkait.

Sebelumnya diinformasikan, saat digelar ruwatan satu tahun peristiwa tabrak lari di flyover Manahan, Solo, Rabu (1/7/2020), ada warga sekitar yang mengaku menemukan pelat nomor dan pecahan bumper mobil sesaat seusai kejadian.

Arif ikut mendengar pengakuan salah satu warga yang langsung datang ke lokasi begitu tahu ada tabrak lari di flyover Manahan, Solo, 1 Juli 2019 lalu. Menurut Arif, ruwatan itu tidak sia-sia.

Ada hasil positif yakni terketuknya hati seseorang yang menyampaikan keterangan telah menemukan pelat nomor dan pecahan bumper mobil di sekitar lokasi kejadian.

“Kami akan berupaya hukum lagi, bisa juga mengirimkan surat ke Satlantas atau ke Pengadilan Negeri Solo bahwa ada saksi yang menemukan pelat dan pecahan bumper ke petugas,” papar dia saat dijumpai wartawan, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, Marthen Jelipele yang merupakan suami dari Retnoningtri, 54, korban meninggal dunia akibat tabrak lari itu menggelar ruwatan di perlintasan bawah flyover Manahan, Solo, Rabu (1/7/2020) siang.

Mendoakan Pelaku

Dalam upacara ruwatan itu para peserta ruwatan berdoa agar pelaku tabrak lari dapat segera terungkap. Ruwatan itu merupakan kegiatan budaya agar menjadi motivasi masyarakat bersama-sama mendoakan pelaku tabrak lari.

“Tindakan pelaku telah menimbulkan korban meninggal dunia. Kalau pelaku sadar dapat hadir ke keluarga untuk meminta maaf. Saya mewakili suami korban, saya sudah berusaha lewat jalur hukum tidak hanya sekali. Ada korban meninggal dunia tapi tidak ada pelaku. Semoga lewat jalur ini malah tembus dan alam membantu,” ujar Arif.

Ia menambahkan ruwatan itu juga sebagai cara agar keluarga tetap kuat sepeninggal Retnoningtri akibat tabrak lari di flyover Manahan, Solo. Ia menegaskan akan kembali menempuh jalur hukum yakni praperadilan setelah pandemi Covid-19 berlalu.

Marthen Jelipele, mengatakan sudah setahun berlalu kasus yang mengakibatkan Retnoningtri meninggal dunia tetapi belum ada titik terang. Ia menjelaskan selama ini hanya memperoleh keterangan bahwa rekaman itu tidak jelas.

Dia juga menyayangkan adanya pergantian Kanit Laka Satlantas Polresta Solo sehingga keterangan yang ia peroleh pun berbeda.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…