Jumat, 23 April 2021

Produser Rekaman Indonesia Laporkan Perusahaan Karaoke di Yogyakarta Karena Gunakan Karya Ilegal.

Angkasanews.id-
Rabu, 26 Agustus 2020 | 14:15WIB
3 menit baca
KARYA
16859678893602362891

Produser Rekaman Indonesia Laporkan salah satu Perusahaan Karaoke di Yogyakarta karena Karyanya di gunakan Secara Ilegal.

Para produser rekaman di Indonesia yang diwakiliki oleh AS Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO)  melaporkan salah satu perusahaan Karaoke terkemuka di Yogyakarta, Palms Karaoke. Para produser menuntut perusahaan untuk memenuhi hak-hak para Produser dan Artis yang lagu-lagu mereka digunakan oleh pengusaha karaoke Palms Karaoke.

General Manager Legal Asirindo Braniko Indhyar mengatakan para Produser Rekaman sebagai pemilik karya rekaman lagu dan musi, mempunyai hak ekonomi dan berhak memberikan izin atau melarang pihak lain untuk melakukan hal-hal  dalam Pasal 24 ayat (2) Undang Undang Hak Cipta. Sejak adanya Undang Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta yang mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, yaitu pada tanggal 16 Oktober 2014, Sesuai Undang-Undang Hak Cipta ketentuan Pasal 3 ada mengatur 2 hak, yakni Hak Cipta dan Hak Terkait,” Tandas  Braniko Indhyar kepada  wartawan  Rabu (26/8/2020) di Eskala Cafe Sleman.

Dikatakannya Hak Cipta  merupakan Hak Ekonomi dan Hak Eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta terhadap suatu ciptaan. Sedangkan hak Terkait merupakan Hak Ekonomi dan Hak Eksklusif Produser Fonogram /rekaman yang berkaitan dengan lagu dan musik karya rekaman.

Di jelaskan  hak Cipta di antaranya yakni Hak melaksanakan sendiri, memberikan izin, atau melarang pihak lain untuk melakukan Penggandaan atas Fonogram dengan cara atau bentuk apapun, Pendistribusian atas Fonogram asli atau salinannya, Penyewaan kepada publik atas salinan Fonogram dan Penyediaan atas Fonogram dengan atau tanpa kabel yang dapat diakses publik” ungkapnya.

Lebih Lanjut Braniko mengatakan  adanya ketentuan  Undang Undang Hak Cipta yang mengatur tentang hak ekonomi Produser Rekaman, berarti setiap pengusaha karaoke yang menggunakan lagu dan musik karya rekaman dengan cara disimpan dalam server, kemudian dari server tersebut pendistribusiannya diperbanyak ke  ruangan/ room karaoke untuk dapat diakses oleh pelanggan. 

Ia menambahkan, yang dilakukan Pengusaha Karaoke wajib mendapatkan izin dari Produser Rekaman. Jika yang dilakukan pengusaha karaoke tidak memiliki izin dari Produser Rekaman, maka dapat diduga melakukan pelanggaran Hak Cipta. Ini dari beberapa label merasa dirugikan.

Palms Karaoke ternyata belum memiliki izin dari Asirindo, maka pihaknya pernah melayangkan somasi. Asirindo juga telah melakukan pendekatan termasuk beberapa kali pertemuan. Namun pihak Palms Karaoke tidak pernah memberikan itikad baik. Kasus ini sudah mereka laporkan ke Polda DIY pada tanggal 19 November 2019 dan sekarang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Karena lagu-lagu mereka digunakan secara ilegal maka para produser dan artis mengalami kerugian. Jika ditotal kemungkinan besar kerugian mereka mencapai Rp 5 miliar. Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada Palms Karaoke untuk memenuhi hak mereka.

“Kami sekarang juga memproses hal yang sama di kota lain seperti Jakarta, Surabaya dan kemungkinan kota lain. Total sekitar 15 Karaoke kita proses hukum karena hal yang sama,”ungkapnya.

Sementara itu satu artis Marcella Siahaan melalui aplikasi zoom mengatakan, aksi yang dilakukan oleh perusahaan Palms Karaone tersebut tidak benar. Karena sejatinya di dalam setiap karya yang digunakan Palms Karaoke untuk pengunjung ada hak pencipta, penyanyi, produser dan lain-lain yang harus dipenuhi perusahaan tersebut.

“ketika ada orang yang menggunakan konsep ini ya paling tidak ada begitu banyak hak cipta, secara otomatis ada satu kewajiban dari mereka untuk melakukan pembayaran kepada seniman. Itu adalah demokrasi dan itu sudah ada sudah kita sepakati di dalam undang-undang”, jelasnya.

Di sisi lain Gitaris Sheila On 7 Erros Candra melalui aplikasi Zoom  menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Palms Karaoke sebenarnya sudah bukan hal yang baru lagi. Bahkan sejak band-nya berdiri tahun 1999 yang lalu sudah terjadi praktek semacam itu. Jika Zaman dahulu kemungkinan karena ketidaktahuan mereka, tetapi kalau saat ini masih dilakukan artinya memang tidak ada itikad baik dari pengusaha Karaoke” pungkasnya. (YN)

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BPBD Klaten Gelar Pembekalan Dan Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi

BPBD Klaten Gelar Pembekalan & Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi. : Bertempat di Pendopo Pemkab, Badan…

Imam Sholat Taraweh Positif Covid,Masjid Sementara di Tutup

Imam Sholat Taraweh Positif Covid , Masjid Sementara di Tutup Seorang Imam Shalat Tarawih di Masjid…

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat. Polres Klaten membagikan 950 takjil gratis…

Aparat Gabungan Klaten Gelar Operasi Yustisi Untuk Menekan Kasus Covid

Aparat Gabungan di Klaten Gelar Operasi Yustisia Untuk Menekan Kasus Covid. Personel gabungan dari Polres…

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terppadu Berbasis IT

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten kini miliki sebuah bangunan yang…

Kapolda Jateng Mengapresiasi Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten

Kapolda Jateng Mengapresiasi  Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten Kapolda Jateng Irjen Pol Drs…

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan  Pembangunan Ekonomi Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani membuka Rapat Koordinasi Dan…

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid 19 di 3 Desa di Prambanan Klaten

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid di 3 Desa di Prambanan Klaten Sebanyak 371 KK Warga…

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…