Selasa, 27 Oktober 2020

Ratusan Pesepeda di Solo Dihukum Senam & Nyanyi, Kenapa?

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:58WIB
2 menit baca
Sejumlah pesepeda dihukum bersenam di Plaza Balai Kota Solo, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa-dok. Satpol PP Solo)
Sejumlah pesepeda dihukum bersenam di Plaza Balai Kota Solo, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa-dok. Satpol PP Solo)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo menghukum ratusan pesepeda yang kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (4-5/7/2020).

Hukuman bersenam dan menyanyikan lagu kebangsaan kepada pesepeda melanggar protokol kesehatan itu dilaksanakan di Plaza Balai Kota dan Plaza Bung Karno Manahan Solo.

Aturan yang dilanggar pesepeda di antaranya bersepeda tidak memakai masker, berjajar lebih dari dua, masuk ke jalur cepat, hingga berkerumun saat beristirahat.

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan mengatakan jumlah pesepeda yang dihukum itu mencapai 700an orang.

“Kami menyisir area-area yang kerap menjadi tempat berkumpul [pesepeda] seperti di Jl. Jendral Sudirman dan sekitar Stadion Manahan. Jumlah petugas yang diterjunkan ada 65 orang, terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri,” jelasnya, saat dihubungi solopos.com, Senin (6/7/2020).

Arif mengatakan kegiatan dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang resah dengan ulah pesepeda.

Selain mengabaikan protokol kesehatan, mereka juga kerap mengebut, tidak menyalakan lampu, sampai menerobos lampu lalu lintas dan mengabaikan pengguna jalan lain.

“Mereka langsung kami pinggirkan dan diarahkan masuk ke Balai Kota dan Plaza Manahan. Kami imbau untuk mematuhi aturan berlalu lintas, yang kesalahannya dobel, kami juga minta mereka menyanyikan lagu kebangsaan, lantas didata,” tutur Arif.

Aduan Masyarakat

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, mengakui banyaknya aduan dari masyarakat soal pesepeda yang melanggar aturan.

Mereka menyampaikan keluhan di media sosial seperti Instagram dan Twitter, serta kanal Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).

Keluhan terbanyak adalah pesepeda yang berjajar memenuhi jalan, mengabaikan lampu lalu lintas, dan tidak memasang lampu penanda.

“Aturan standar lampu depan berwarna putih, lampu belakang berwarna merah. Itu standar ya seperti kendaraan bermotor lain. Kalau siang memang tidak menjadi masalah, tapi kalau malam seharusnya ada kesadaran untuk memasang lampu penanda,” jelas Ari.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Ditunjuk Disdik

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Di tunjuk Disdik. SMP Negeri 2…

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69 Jajaran Subbag Humas Polres…

Bawaslu Klaten Menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Masih Rendah

Bawaslu Klaten menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada masih Rendah.. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten…

Puluhan Pemuda Gotong Royong buat Akses Jalan Di Tengah Perkampungan

Puluhan Pemuda gotong Royong  buat Akses jalan di Tengah perkampungan, Puluhan Pemuda warga  Dusun Pucung…

PLN Peduli, YBM PT PLN Klaten Salurkan 250 Paket berupa Uang senilai RP 50 juta di Lima Panti Asuhan Yatim di Klaten

PLN Peduli,YBM PT PLN Klaten salurkan 250 paket senilai Rp 50 juta di lima Panti…

Makam Seluas 657 Meter Persegi di Kas Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan Tol Jogja-Solo

Makam Seluas 657 Meter Persegi  di Kas  Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan…

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima Bantuan Beras.

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima  Bantuan Beras.  Bantuan Sosial Beras…

12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten Mendapat Bantuan 24 Ekor Kambing

Sebanyak 12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten mendapat bantuan  24 ekor Kambing. Camat…

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…