Sabtu, 24 Juli 2021

Ratusan Pesepeda di Solo Dihukum Senam & Nyanyi, Kenapa?

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:58WIB
2 menit baca
Sejumlah pesepeda dihukum bersenam di Plaza Balai Kota Solo, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa-dok. Satpol PP Solo)
Sejumlah pesepeda dihukum bersenam di Plaza Balai Kota Solo, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa-dok. Satpol PP Solo)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo menghukum ratusan pesepeda yang kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (4-5/7/2020).

Hukuman bersenam dan menyanyikan lagu kebangsaan kepada pesepeda melanggar protokol kesehatan itu dilaksanakan di Plaza Balai Kota dan Plaza Bung Karno Manahan Solo.

Aturan yang dilanggar pesepeda di antaranya bersepeda tidak memakai masker, berjajar lebih dari dua, masuk ke jalur cepat, hingga berkerumun saat beristirahat.

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan mengatakan jumlah pesepeda yang dihukum itu mencapai 700an orang.

“Kami menyisir area-area yang kerap menjadi tempat berkumpul [pesepeda] seperti di Jl. Jendral Sudirman dan sekitar Stadion Manahan. Jumlah petugas yang diterjunkan ada 65 orang, terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri,” jelasnya, saat dihubungi solopos.com, Senin (6/7/2020).

Arif mengatakan kegiatan dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang resah dengan ulah pesepeda.

Selain mengabaikan protokol kesehatan, mereka juga kerap mengebut, tidak menyalakan lampu, sampai menerobos lampu lalu lintas dan mengabaikan pengguna jalan lain.

“Mereka langsung kami pinggirkan dan diarahkan masuk ke Balai Kota dan Plaza Manahan. Kami imbau untuk mematuhi aturan berlalu lintas, yang kesalahannya dobel, kami juga minta mereka menyanyikan lagu kebangsaan, lantas didata,” tutur Arif.

Aduan Masyarakat

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, mengakui banyaknya aduan dari masyarakat soal pesepeda yang melanggar aturan.

Mereka menyampaikan keluhan di media sosial seperti Instagram dan Twitter, serta kanal Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).

Keluhan terbanyak adalah pesepeda yang berjajar memenuhi jalan, mengabaikan lampu lalu lintas, dan tidak memasang lampu penanda.

“Aturan standar lampu depan berwarna putih, lampu belakang berwarna merah. Itu standar ya seperti kendaraan bermotor lain. Kalau siang memang tidak menjadi masalah, tapi kalau malam seharusnya ada kesadaran untuk memasang lampu penanda,” jelas Ari.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…