Senin, 19 April 2021

Ratusan Pesepeda di Solo Dihukum Senam & Nyanyi, Kenapa?

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 02:58WIB
2 menit baca
Sejumlah pesepeda dihukum bersenam di Plaza Balai Kota Solo, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa-dok. Satpol PP Solo)
Sejumlah pesepeda dihukum bersenam di Plaza Balai Kota Solo, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa-dok. Satpol PP Solo)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo menghukum ratusan pesepeda yang kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (4-5/7/2020).

Hukuman bersenam dan menyanyikan lagu kebangsaan kepada pesepeda melanggar protokol kesehatan itu dilaksanakan di Plaza Balai Kota dan Plaza Bung Karno Manahan Solo.

Aturan yang dilanggar pesepeda di antaranya bersepeda tidak memakai masker, berjajar lebih dari dua, masuk ke jalur cepat, hingga berkerumun saat beristirahat.

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan mengatakan jumlah pesepeda yang dihukum itu mencapai 700an orang.

“Kami menyisir area-area yang kerap menjadi tempat berkumpul [pesepeda] seperti di Jl. Jendral Sudirman dan sekitar Stadion Manahan. Jumlah petugas yang diterjunkan ada 65 orang, terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri,” jelasnya, saat dihubungi solopos.com, Senin (6/7/2020).

Arif mengatakan kegiatan dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang resah dengan ulah pesepeda.

Selain mengabaikan protokol kesehatan, mereka juga kerap mengebut, tidak menyalakan lampu, sampai menerobos lampu lalu lintas dan mengabaikan pengguna jalan lain.

“Mereka langsung kami pinggirkan dan diarahkan masuk ke Balai Kota dan Plaza Manahan. Kami imbau untuk mematuhi aturan berlalu lintas, yang kesalahannya dobel, kami juga minta mereka menyanyikan lagu kebangsaan, lantas didata,” tutur Arif.

Aduan Masyarakat

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, mengakui banyaknya aduan dari masyarakat soal pesepeda yang melanggar aturan.

Mereka menyampaikan keluhan di media sosial seperti Instagram dan Twitter, serta kanal Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).

Keluhan terbanyak adalah pesepeda yang berjajar memenuhi jalan, mengabaikan lampu lalu lintas, dan tidak memasang lampu penanda.

“Aturan standar lampu depan berwarna putih, lampu belakang berwarna merah. Itu standar ya seperti kendaraan bermotor lain. Kalau siang memang tidak menjadi masalah, tapi kalau malam seharusnya ada kesadaran untuk memasang lampu penanda,” jelas Ari.

 

Sumber : https://www.solopos.com/

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima BST Kemensos

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima  BST Kemensos. KBRN, Klaten :Sebanyak 147 KK…

Polres Klaten Bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya, Polres Klaten membagikan 1200 takjil gratis…

Penerima BST Kemensos Menurun di Desa Tijayan klaten ,di Pertanyakan warga

Penerima BST Kemensos  Menurun di Desa Tijayan Klaten ,Dipertanyakan Warga. Kepala Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo…

Polres Klaten Bantu Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 di Manisrenggo Klaten

Polres Klaten Bantu  Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 W di Manisrenggo Klaten Polres Klaten…

Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa

    Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa. KBRN, Klaten : Jajaran Polres…

Harga Sembako di Pasar Tradisional Klaten Masih Normal

Harga Sembako di Pasar Tradisional  Klaten Masih Normal. . KBRN.Klaten :Untuk mengetahui stock barang barang…

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya. Kepolisian Resor (Polres) Klaten membagikan ribuan…