Selasa, 20 Oktober 2020

Survei Indikator: Masyarakat Pilih Ekonomi Ketimbang Kesehatan

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:18WIB
2 menit baca
 Ilustrasi uang (Antara-R. Rekotomo)
Ilustrasi uang (Antara-R. Rekotomo)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO – Hasil survei Lembaga Indikator menunjukkan persepsi masyarakat cenderung memilih pemerintah memprioritaskan perekonomian ketimbang kesehatan. Hal itu ditandai dengan kondisi ekonomi yang dinilai makin buruk.

Dalam survei yang digelar pada 13-16 Juli 2020, Indikator menemukan 47,9 persen responden menyatakan lebih memprioritaskan masalah perekonomian. Selain itu, 45 persen lainnya memilih prirotas kesehatan.

Sebaliknya, jika dibanding dengan persepsi pada Mei 2020, 60,7 persen responden lebih memprioritaskan masalah kesehatan. Sedangkan, hanya 33,9 responden memilih perekonomian.

“Saat ini, antara kesehatan dan perekonomian tampak lebih berimbang, secara statistik tidak berbeda signifikan. Namun demikian, dibanding temuan sebelumnya, terjadi peningktan signifikan pada kelompok warga yang berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah memprioritaskan ekonomi. Sementara prioritas kesehatan menurun signifikan,” kata Lembaga Indikator, sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Selasa (21/7/2020).

Tak hanya itu, dari segi ekonomi nasional, persepsi publik menyatakan 57 persen buruk, 19,6 persen sedang, dan 12,2 persen sangat buruk. Sisanya, 1,4 persen responden memilih tidak tahu/tidak jawab.

Tren persepsi kondisi ekonomi nasional pada Juli 2020 menunjukkan 9,8 persen responden menyatakan baik, 19,6 persen sedang, dan 69,2 persen buruk. Kondisi itu lebih baik ketimbang pada Mei 2020, yakni baik 6,7 persen, sedang 8,9 persen, dan buruk 81,0 persen.

Kendati demikian, angka ini menjadi yang terburuk sejak Oktober 2004. Pada saat itu, responden menyatakan tren ekonomi nasional dalam keadaan baik 13,4 persen, sedang 37,3 persen, buruk 48,1 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 1,3 persen.

“Persepsi terhadap ekonomi terburuk sejak tahun 2004. Namun, dalam dua bulan terakhir, penilaian atas kondisi ekonomi nasional perlahan cenderung membaik,” sambung Indikator.

Pendapatan Rumah Tangga

Dibandingkan tahun lalu, sebagian besar responden menyatakan ekonomi rumah tangganya pascapandemi Covid-19 lebih buruk. Dilihat secara statistik, ada 58,5 persen responden menyatakan lebih buruk, 13,0 persen jauh lebih buruk.

Selain itu, ada 18,4 persen menyatakan tidak ada perubahan, 8,1 persen lebih baik, dan 1,3 persen jauh lebih baik.

Dari segi pendapatan rumah tangga, 75,7 persen responden menyatakan turun. Hanya 20,1 responden yang menyatakan pendapatannya tetap dan 1,6 persen menyatakan naik.

“Kondisi ekonomi rumah tangga tampak membaik, yang menilai membaik secara perlahan tampak meningkat. Pendapatan juga menunjukkan sedikit perbaikan. Ada sedikit yang penadapatannya mulai pulih,” terang redaksi Indikator.

Survei itu digelar Lembaga Indikator, 13-16 Juli 2020. Ada 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…

Pemdes Kebonalas Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa Baru Senilai Rp 700 Juta.

Pemerintah Desa Kebonalas Kecamatan Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa baru dengan anggaran senilai RP 700…

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako. KBRN,…

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi.

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi. Kepala Desa Joho Sulis…

Pengembang Siapkan Ratusan Rumah Untuk Warga Klaten Yang Terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo

Pengembang siapkan Ratusan Rumah untuk warga Klaten yang terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo. Unit…

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama Hingga Ke Empat Berjalan Lancar.

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama  Hingga Tahap Ke Empat …

Dampak Covid 19, PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten baru Capai 75 %

Dampak Covid 19 PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten Baru capai 75 %. Akibat Covid-19 pendapatan…

5 SMP N di Klaten Uji Coba PTM berjalan baik dan Lancar

5 SMP N di Klaten Uji Coba  PTM hari pertama  berjalan baik dan Lancar. Kepala…

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB Bisa Capai 98 % Meskipun Covid 19

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB bisa Capai 98 persen meskipun Covid 19.  …