Jumat, 23 April 2021

Survei Indikator: Masyarakat Pilih Ekonomi Ketimbang Kesehatan

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:18WIB
2 menit baca
 Ilustrasi uang (Antara-R. Rekotomo)
Ilustrasi uang (Antara-R. Rekotomo)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO – Hasil survei Lembaga Indikator menunjukkan persepsi masyarakat cenderung memilih pemerintah memprioritaskan perekonomian ketimbang kesehatan. Hal itu ditandai dengan kondisi ekonomi yang dinilai makin buruk.

Dalam survei yang digelar pada 13-16 Juli 2020, Indikator menemukan 47,9 persen responden menyatakan lebih memprioritaskan masalah perekonomian. Selain itu, 45 persen lainnya memilih prirotas kesehatan.

Sebaliknya, jika dibanding dengan persepsi pada Mei 2020, 60,7 persen responden lebih memprioritaskan masalah kesehatan. Sedangkan, hanya 33,9 responden memilih perekonomian.

“Saat ini, antara kesehatan dan perekonomian tampak lebih berimbang, secara statistik tidak berbeda signifikan. Namun demikian, dibanding temuan sebelumnya, terjadi peningktan signifikan pada kelompok warga yang berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah memprioritaskan ekonomi. Sementara prioritas kesehatan menurun signifikan,” kata Lembaga Indikator, sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Selasa (21/7/2020).

Tak hanya itu, dari segi ekonomi nasional, persepsi publik menyatakan 57 persen buruk, 19,6 persen sedang, dan 12,2 persen sangat buruk. Sisanya, 1,4 persen responden memilih tidak tahu/tidak jawab.

Tren persepsi kondisi ekonomi nasional pada Juli 2020 menunjukkan 9,8 persen responden menyatakan baik, 19,6 persen sedang, dan 69,2 persen buruk. Kondisi itu lebih baik ketimbang pada Mei 2020, yakni baik 6,7 persen, sedang 8,9 persen, dan buruk 81,0 persen.

Kendati demikian, angka ini menjadi yang terburuk sejak Oktober 2004. Pada saat itu, responden menyatakan tren ekonomi nasional dalam keadaan baik 13,4 persen, sedang 37,3 persen, buruk 48,1 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 1,3 persen.

“Persepsi terhadap ekonomi terburuk sejak tahun 2004. Namun, dalam dua bulan terakhir, penilaian atas kondisi ekonomi nasional perlahan cenderung membaik,” sambung Indikator.

Pendapatan Rumah Tangga

Dibandingkan tahun lalu, sebagian besar responden menyatakan ekonomi rumah tangganya pascapandemi Covid-19 lebih buruk. Dilihat secara statistik, ada 58,5 persen responden menyatakan lebih buruk, 13,0 persen jauh lebih buruk.

Selain itu, ada 18,4 persen menyatakan tidak ada perubahan, 8,1 persen lebih baik, dan 1,3 persen jauh lebih baik.

Dari segi pendapatan rumah tangga, 75,7 persen responden menyatakan turun. Hanya 20,1 responden yang menyatakan pendapatannya tetap dan 1,6 persen menyatakan naik.

“Kondisi ekonomi rumah tangga tampak membaik, yang menilai membaik secara perlahan tampak meningkat. Pendapatan juga menunjukkan sedikit perbaikan. Ada sedikit yang penadapatannya mulai pulih,” terang redaksi Indikator.

Survei itu digelar Lembaga Indikator, 13-16 Juli 2020. Ada 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BPBD Klaten Gelar Pembekalan Dan Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi

BPBD Klaten Gelar Pembekalan & Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi. : Bertempat di Pendopo Pemkab, Badan…

Imam Sholat Taraweh Positif Covid,Masjid Sementara di Tutup

Imam Sholat Taraweh Positif Covid , Masjid Sementara di Tutup Seorang Imam Shalat Tarawih di Masjid…

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat. Polres Klaten membagikan 950 takjil gratis…

Aparat Gabungan Klaten Gelar Operasi Yustisi Untuk Menekan Kasus Covid

Aparat Gabungan di Klaten Gelar Operasi Yustisia Untuk Menekan Kasus Covid. Personel gabungan dari Polres…

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terppadu Berbasis IT

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten kini miliki sebuah bangunan yang…

Kapolda Jateng Mengapresiasi Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten

Kapolda Jateng Mengapresiasi  Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten Kapolda Jateng Irjen Pol Drs…

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan  Pembangunan Ekonomi Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani membuka Rapat Koordinasi Dan…

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid 19 di 3 Desa di Prambanan Klaten

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid di 3 Desa di Prambanan Klaten Sebanyak 371 KK Warga…

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…