Senin, 18 Januari 2021

Survei Indikator: Masyarakat Pilih Ekonomi Ketimbang Kesehatan

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:18WIB
2 menit baca
 Ilustrasi uang (Antara-R. Rekotomo)
Ilustrasi uang (Antara-R. Rekotomo)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO – Hasil survei Lembaga Indikator menunjukkan persepsi masyarakat cenderung memilih pemerintah memprioritaskan perekonomian ketimbang kesehatan. Hal itu ditandai dengan kondisi ekonomi yang dinilai makin buruk.

Dalam survei yang digelar pada 13-16 Juli 2020, Indikator menemukan 47,9 persen responden menyatakan lebih memprioritaskan masalah perekonomian. Selain itu, 45 persen lainnya memilih prirotas kesehatan.

Sebaliknya, jika dibanding dengan persepsi pada Mei 2020, 60,7 persen responden lebih memprioritaskan masalah kesehatan. Sedangkan, hanya 33,9 responden memilih perekonomian.

“Saat ini, antara kesehatan dan perekonomian tampak lebih berimbang, secara statistik tidak berbeda signifikan. Namun demikian, dibanding temuan sebelumnya, terjadi peningktan signifikan pada kelompok warga yang berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah memprioritaskan ekonomi. Sementara prioritas kesehatan menurun signifikan,” kata Lembaga Indikator, sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Selasa (21/7/2020).

Tak hanya itu, dari segi ekonomi nasional, persepsi publik menyatakan 57 persen buruk, 19,6 persen sedang, dan 12,2 persen sangat buruk. Sisanya, 1,4 persen responden memilih tidak tahu/tidak jawab.

Tren persepsi kondisi ekonomi nasional pada Juli 2020 menunjukkan 9,8 persen responden menyatakan baik, 19,6 persen sedang, dan 69,2 persen buruk. Kondisi itu lebih baik ketimbang pada Mei 2020, yakni baik 6,7 persen, sedang 8,9 persen, dan buruk 81,0 persen.

Kendati demikian, angka ini menjadi yang terburuk sejak Oktober 2004. Pada saat itu, responden menyatakan tren ekonomi nasional dalam keadaan baik 13,4 persen, sedang 37,3 persen, buruk 48,1 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 1,3 persen.

“Persepsi terhadap ekonomi terburuk sejak tahun 2004. Namun, dalam dua bulan terakhir, penilaian atas kondisi ekonomi nasional perlahan cenderung membaik,” sambung Indikator.

Pendapatan Rumah Tangga

Dibandingkan tahun lalu, sebagian besar responden menyatakan ekonomi rumah tangganya pascapandemi Covid-19 lebih buruk. Dilihat secara statistik, ada 58,5 persen responden menyatakan lebih buruk, 13,0 persen jauh lebih buruk.

Selain itu, ada 18,4 persen menyatakan tidak ada perubahan, 8,1 persen lebih baik, dan 1,3 persen jauh lebih baik.

Dari segi pendapatan rumah tangga, 75,7 persen responden menyatakan turun. Hanya 20,1 responden yang menyatakan pendapatannya tetap dan 1,6 persen menyatakan naik.

“Kondisi ekonomi rumah tangga tampak membaik, yang menilai membaik secara perlahan tampak meningkat. Pendapatan juga menunjukkan sedikit perbaikan. Ada sedikit yang penadapatannya mulai pulih,” terang redaksi Indikator.

Survei itu digelar Lembaga Indikator, 13-16 Juli 2020. Ada 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…