Senin, 19 April 2021

Begini Strategi Sekolah di Jabar & Banten Tanamkan Pendidikan Karakter Siswa

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:53WIB
3 menit baca
Siswa belajar mengenakan masker medis dengan benar saat aksi Waspada Virus Corona di SDII Al Abidin, Solo, Senin (3/2/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
Siswa belajar mengenakan masker medis dengan benar saat aksi Waspada Virus Corona di SDII Al Abidin, Solo, Senin (3/2/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO – Sekolah-sekolah di Jawa Barat dan Banten memasukkan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran melalui sejumlah strategi. Secara umum, kegiatan itu terbagi dalam intrakurikuler dan eksrakurikuler.

Dalam riset yang digelar Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menunjukkan strategi pendidikan karakter melalui kegiatan intrakurikuler misalnya membaca Al-Qur’an sebelum mata pelajaran. Sekolah juga membuka mata pelajaran khusus tentang lagu-lagu wajib nasional dan daerah untuk membangun jiwa nasionalisme.

Sekolah juga memberikan penugasan untuk mengasah kemandirian siswa dengan model pembelajaran yang tidak membedakan antara siswa reguler dan yang berkebutuhan khusus.

“Diharapkan tumbuh sikap saling kerja sama dan tolong menolong antara satu dengan yang lainnya. Terutama bagi sekolah inklusi, sebagai bentuk strategi penanaman karakter gotong royong,” tulis Badan Diklat dan Kementerian Agama, sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Jumat (26/6/2020).

Ekstrakurikuler

Tak hanya itu, sekolah juga memasukan isu pendidikan karakter melalui strategi ekstrakurikuler. Sejumlah kegiatan itu misalnya salat berjamaah, tafakur (I’tikaf) di masjid, hingga salat Jumat sebagai bentuk penanaman nilai religiusitas.

Dalam riset itu pula ditemukan penanaman jiwa nasionalisme diterapkan melalui kegiatan upacara bendera setiap Senin dan hari besar nasional. Kemudian, menyanyikan lagu Indonesia Raya di kelas dan menyanyikan lagu-lagu daerah.

“Sedangkan aspek gotong royong diterapkan melalui kegiatan konser amal dan solidaritas untuk korban bencana, santunan fakir miskin, hingga pembagian zakat fitrah. Ada pula menengok temannya yang sakit,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Untuk membangun kemandirian siswa, misalnya, sekolah menggelar kegiatan Pramuka. Ada pula kegiatan Carrier Day untuk membantu siswa mewujudkan cita-citanya. Selain itu, kegiatan nyantri di pondok pesantren juga turut menanamkan jiwa kemandirian.

“Seiring dengan semakin meningkatnya mandiri siswa untuk mengurus dirinya sendiri, maka ketergantungannya terhadap orang tua dan orang yang lebih dewasa semakin berkurang. ,” urai Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Peran Orang Tua

Dalam riset itu, ditemukan pula strategi pendidikan karakter yang dilakukan sekolah memerlukan dukungan orang tua. Dukungan itu bisa berupa materi maupun nonmateri. Sebagai contoh misalnya perhatian dan pemberian support terhadap kegiatan yang diselenggarakan sekolah.

“Sedangkan faktor penghambat adalah pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan yang kurang maksimal. Dan kurangnya keterlibatan orang tua dan masyarakat sebagai alat kontrol terhadap siswa ketika berada di luar sekolah,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Rekomendasi

Untuk itu, dalam riset yang sama, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama memberikan sejumah rekomendasi terkait strategi pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Salah satunya yakni strategi pengembangan karakter religius dalam menyongsong era revolusi indutri 4.0.

Selain itu, perlu menerapkan model reward and punishment terhadap siswa yang berkarakter ketika pembagian rapor. Hal ini bisa pula diberikan pada momen tertentu misalnya peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Berikutnya pengkondisian budaya kearifan lokal. Sekolah juga perlu melaksanakan pertemuan melibatkan oran tua, siswa terkait persepsi pengembangan karakter peserta didik.

“Kementerian Agama dapat memberikan perhatian yang signifikan kepada MA berbasis pondok pesantren dengan memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tulis Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima BST Kemensos

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima  BST Kemensos. KBRN, Klaten :Sebanyak 147 KK…

Polres Klaten Bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya, Polres Klaten membagikan 1200 takjil gratis…

Penerima BST Kemensos Menurun di Desa Tijayan klaten ,di Pertanyakan warga

Penerima BST Kemensos  Menurun di Desa Tijayan Klaten ,Dipertanyakan Warga. Kepala Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo…

Polres Klaten Bantu Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 di Manisrenggo Klaten

Polres Klaten Bantu  Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 W di Manisrenggo Klaten Polres Klaten…

Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa

    Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa. KBRN, Klaten : Jajaran Polres…

Harga Sembako di Pasar Tradisional Klaten Masih Normal

Harga Sembako di Pasar Tradisional  Klaten Masih Normal. . KBRN.Klaten :Untuk mengetahui stock barang barang…

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya. Kepolisian Resor (Polres) Klaten membagikan ribuan…