Jumat, 23 April 2021

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak SD

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:51WIB
3 menit baca
Ilustrasi orang tua dan anak (Freepik)
Ilustrasi orang tua dan anak (Freepik)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Sebagian orang tua mungkin masih menganggap pendidikan seksual adalah hal yang tabu bagi anak-anak. Kadang orang tua juga bingung menyampaikan soal pendidikan seksual untuk anak karena belum mengetahui tahu soal panduan pendidikan seksual.

Lantas bagaimana orang tua menyampaikan pendidikan seksual untuk anak yang masih masih usia SD?

Lembaga internasional UNICEF, WHO, dan UNAIDS memiliki panduan pendidikan seksual konprehensif bagi orang tua dan guru di sekolah. Ketiga lembaga tersebut membagi pendidikan seksual anak berdasarkan usia.

Berikut panduan pendidikan seksual untuk anak usia SD sebagaimana dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

Usia 5-8 Tahun

Pada usia ini, pendidikan seksual bisa dimulai dari hal mendasar yaitu menjelaskan kepada anak mengenai fungsi dan peran keluarga. Orang tua juga memberikan penjelasan bahwa ayah dan ibu berperan sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anak.

Setiap anggota keluarga harus saling menjaga satu sama lain. Komunikasi yang baik antar anggota keluarga akan membangun hubungan yang sehat dalam keluarga.

Kemudian orang tua harus mengajarkan anak untuk berteman dengan siapa pun. Ajarkan mereka untuk berteman berlandaskan pada rasa percaya, peduli, empati, dan solidaritas.

Saat usia ini, pendidikan seksual juga mencakup tentang cara mengekspresikan cinta dan kasih. Bisa mulai mengajarkan anak tentang cara mengekspresikan kasih sayang, baik dengan kata-kata maupun perbuatan. Termasuk mengajarkan untuk mengatakan salam dan berterima kasih.

Anak juga harus dikenalkan dengan perbedaan. Setiap orang terlahir unik dan layak untuk dihargai. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk hidup dengan baik.

Pada tahap berikutnya, panduan pendidikan seksual untuk anak bisa mulai masuk kepada pemahaman tentang arti pernikahan. Ajarkan bahwa setiap orang punya hak untuk menikah. Ceritakan bagaimana orang tua bisa menikah dan lantas punya anak.

Ini akan membangun pemahaman dasar bahwa anak lahir setelah ada hubungan pernikahan antara ibu dan ayah.

Usia 9-12 Tahun

Di jenjang usia ini, pendidikan seksual akan berkembang seiring perkembangan mereka. Pada tahap ini anak tak hanya tahu peran, namun juga tanggung jawab sebagai anggota keluarga, misalnya kakak dan adik juga bertanggung jawab saling menjaga selama bermain.

Misalnya jika ada hal yang membahayakan, kakak atau adik harus segera memberi tahu ayah atau ibu. Kemudian bisa melibatkan anak dalam mengambil keputusan. Hargai anak dengan mengajak dalam musyawarah keluarga.

Anak akan merasa dihargai dan lebih percaya diri untuk mengungkapkan isi pikiran mereka. Panduan pendidikan seksual untuk anak usia ini juga bisa menyentuh soal pertemanan yang sehat. Orang tua bisa mengenalkan anak tentang hubungan pertemanan yang sehat dan tidak sehat.

Jika dalam pertemanan terjadi kekerasan, seperti memukul, mencaci atau membully, artinya hubungan pertemanan tidak sehat. Melecehkan, mengucilkan, dan memukul itu melukai hati seseorang.

Panduan pendidikan seksual untuk anak pada usia ini bisa mulai masuk tentang pernikahan. Anak usia ini bisa mulai disampaikan tentang kehamilan terjadi karena wanita dan pria sepakat menikah.

Pendidikan seksual untuk anak usia juga harus menyampaikan tentang orang tua bisa mengadopsi anak atau cara lain untuk punya anak.

Bisa pula memberikan penjelasan lebih detail apa itu hamil dan mengapa orang mengadopsi anak. Setiap orang berhak memutuskan untuk menjadi orang tua.

Setelah menjadi orang tua, orang dewasa harus bertanggung jawab terhadap anak mereka. Beberapa hal itu bisa menjadi panduan untuk menyampaikan pendidikan seksual untuk anak SD.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BPBD Klaten Gelar Pembekalan Dan Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi

BPBD Klaten Gelar Pembekalan & Susun Skenario Mitigasi Gempa Bumi. : Bertempat di Pendopo Pemkab, Badan…

Imam Sholat Taraweh Positif Covid,Masjid Sementara di Tutup

Imam Sholat Taraweh Positif Covid , Masjid Sementara di Tutup Seorang Imam Shalat Tarawih di Masjid…

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat

Polres Klaten Bagikan Takjil dan Masker Gratis Kepada Masyarakat. Polres Klaten membagikan 950 takjil gratis…

Aparat Gabungan Klaten Gelar Operasi Yustisi Untuk Menekan Kasus Covid

Aparat Gabungan di Klaten Gelar Operasi Yustisia Untuk Menekan Kasus Covid. Personel gabungan dari Polres…

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terppadu Berbasis IT

Polres Klaten Miliki Gedung Pelayanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten kini miliki sebuah bangunan yang…

Kapolda Jateng Mengapresiasi Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten

Kapolda Jateng Mengapresiasi  Gedung Layanan Terpadu Berbasis IT Polres Klaten Kapolda Jateng Irjen Pol Drs…

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi

Tahun 2022 Klaten Memprioritaskan  Pembangunan Ekonomi Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani membuka Rapat Koordinasi Dan…

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid 19 di 3 Desa di Prambanan Klaten

Penerimaan BST Warga Terdampak Covid di 3 Desa di Prambanan Klaten Sebanyak 371 KK Warga…

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…