Rabu, 27 Januari 2021

Sambut New Normal Bidang Pendidikan, Pesantren Indonesia Siap!

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:55WIB
3 menit baca
Santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin menabuh rebana mengiringi misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)
Santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin menabuh rebana mengiringi misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Pesantren-pesantren di Indonesia umumnya menyatakan siap menyambut era new normal dalam bidang pendidikan. Mereka mulai menyusun sejumlah strategi untuk memenuhi protokol kesehatan.

Hasil survei yang dilakukan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menemukan sejumlah pesantren memutuskan memulangkan santri saat ada pandemi Covid-19. Keputusan memulangkan santri itu ada dua alasan. Pertama, pesantren mengikuti imbauan pemerintah untuk BDR. Kedua, pesantren tidak mau ambil risiko tertular Covid-19.

Ada dua jenis pesantren yang menjadi responden dalam survei itu yakni pesantern yang hanya mengaji atau tipe A. Berikutnya pesantren yang mengaji dan penyelenggara pendidikan lainnya atau tipe B.

“Alasan lingkungan pesantren lebih aman menjadi alasan utama pesantren tidak memulangkan satrinya,” tulis Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Kamis (18/6/2020).

Selama BDR, ada dua model pembelajaran yang dilakukan yakni mengaji di rumah melalui pembelajaran daring dan target yang dibuat pesantren. Berikutnya, mengaji di rumah melalui bimbingan orang tua.

Sedangkan, di pesantren yang memilih tidak memulangkan santrinya, melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Tak Ada Bantuan Pemerintah

Selama BDR, lanjut Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, kedua jenis pesantren mengaku tidak menerima bantuan pemerintah dalam bentuk apapun. Hanya sedikit pesantren yang menerima bantuan pemerintah itu berupa dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan. Ada pula dukungan sarana kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.

“Insentif ustaz dan tenaga kependidikan. Dan bantuan pembelajaran jarak jauh hanya didapat oleh sedikit pesantren,” lanjut Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Disinggung soal kesiapan new normal bidang pendidikan, 85 persen pesantren menyatakan akan mengembalikan para santrinya. Sisanya, pesantren tidak akan mengembalikan santri. Pada pesantren tipe B, mayoritas berencana mengembalikan santri.

“Umumnya pesantren dalam memasuki new normal mengaku ‘mengembalikan santri ke pesantren dengan memperhatikan protokol kesehatan,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Persiapan New Normal

Dalam survei itu juga terungkap pesantren mempersiapkan protokol kesehatan dalam konteks new normal dengan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 (77,9 persen). Pesantren juga memastikan kesehatan santri melalui surat keterangan sehat (66,8 persen).

Kemudian, sebagian kecil pesantren menyiapkan protokol kesehatan dengan membikin klinik kesehatan pesantren beserta perlengkapannya. Mereka juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.

“Menyediakan alat pengukur suhu tubuh, menyediakan wastafel, meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara bersama seperti karpet, sajadah, rukuh, dan lainnya,” urai Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Tak hanya itu, dalam kegiatan pembelajaran saat santri kembali ke pesantren, pengasuh menyiapkan kebijakan menggunakan masker, mengatur jaga jarak tempat belajar atau mengaji santri. Santri diminta tidak berkerumun, membiasakan cuci tangan, dan mengurangi aktivitas di luar pesantren.

Pesantren juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana pesantren secara rutin.

Dalam survei yang sama juga ditemukan untuk mendukung new normal, pesantren membutuhkan dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pesantren secara berurutan membutuhkan bantuan operasional pesantren dan perbaikan sarana prasarana. Kemudian, insentif ustaz dan tenaga kependidikan.

“Sedangkan, dukungan pemeriksaan kesehatan dan bantuan pembelajaran jarak jauh hanya dibutuhkan oleh sebagian kecil pesantren,” pungkas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Survei itu dilaksanakan secara online pada 13-14 Juni 2020. Survei melibatkan 1.262 pesantren di seluruh Indonesia. Survei itu menggunakan metode incidental sampling dengan responden terdiri atas pimpinan, pengurus, dan pengasuh pesantren.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Polres Klaten Ungkap Sindikat Penipuan Jual Beli Kendaraan Online

Polres Klaten Ungkap Sindikat Penipuan Jual Beli Kendaraan Online. Aparat gabungan dari Polsek Jatinom dan…

Polres Klaten Ringkus Dua Tersangka Pencuri Laptop Dan Handphone

Polres Klaten Ringkus Dua Tersangka  Pencuri Laptop dan Handphone. WNF  (27), warga Desa Koripan, Kecamatan…

1.200 Kader Fatayat NU Klaten Siap Jadi Satgas Protokol Kesehatan Dalam Keluarga

1.200 Kader Fatayat NU Klaten Siap Jadi Satgas Protokol Kesehatan Dalam Keluarga. Menyikapi kondisi penambahan…

Pemkab Klaten Menetapkan Enam Prioritas Pembangunan 2022

Pemkab Klaten Menetapkan Enam Prioritas Pembangunan 2022, Pemerintah Kabupaten Klaten mulai ancang-ancang dalam prioritas pembangunan…

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…