Selasa, 27 Oktober 2020

Sambut New Normal Bidang Pendidikan, Pesantren Indonesia Siap!

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:55WIB
3 menit baca
Santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin menabuh rebana mengiringi misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)
Santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin menabuh rebana mengiringi misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Pesantren-pesantren di Indonesia umumnya menyatakan siap menyambut era new normal dalam bidang pendidikan. Mereka mulai menyusun sejumlah strategi untuk memenuhi protokol kesehatan.

Hasil survei yang dilakukan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menemukan sejumlah pesantren memutuskan memulangkan santri saat ada pandemi Covid-19. Keputusan memulangkan santri itu ada dua alasan. Pertama, pesantren mengikuti imbauan pemerintah untuk BDR. Kedua, pesantren tidak mau ambil risiko tertular Covid-19.

Ada dua jenis pesantren yang menjadi responden dalam survei itu yakni pesantern yang hanya mengaji atau tipe A. Berikutnya pesantren yang mengaji dan penyelenggara pendidikan lainnya atau tipe B.

“Alasan lingkungan pesantren lebih aman menjadi alasan utama pesantren tidak memulangkan satrinya,” tulis Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Kamis (18/6/2020).

Selama BDR, ada dua model pembelajaran yang dilakukan yakni mengaji di rumah melalui pembelajaran daring dan target yang dibuat pesantren. Berikutnya, mengaji di rumah melalui bimbingan orang tua.

Sedangkan, di pesantren yang memilih tidak memulangkan santrinya, melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Tak Ada Bantuan Pemerintah

Selama BDR, lanjut Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, kedua jenis pesantren mengaku tidak menerima bantuan pemerintah dalam bentuk apapun. Hanya sedikit pesantren yang menerima bantuan pemerintah itu berupa dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan. Ada pula dukungan sarana kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.

“Insentif ustaz dan tenaga kependidikan. Dan bantuan pembelajaran jarak jauh hanya didapat oleh sedikit pesantren,” lanjut Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Disinggung soal kesiapan new normal bidang pendidikan, 85 persen pesantren menyatakan akan mengembalikan para santrinya. Sisanya, pesantren tidak akan mengembalikan santri. Pada pesantren tipe B, mayoritas berencana mengembalikan santri.

“Umumnya pesantren dalam memasuki new normal mengaku ‘mengembalikan santri ke pesantren dengan memperhatikan protokol kesehatan,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Persiapan New Normal

Dalam survei itu juga terungkap pesantren mempersiapkan protokol kesehatan dalam konteks new normal dengan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 (77,9 persen). Pesantren juga memastikan kesehatan santri melalui surat keterangan sehat (66,8 persen).

Kemudian, sebagian kecil pesantren menyiapkan protokol kesehatan dengan membikin klinik kesehatan pesantren beserta perlengkapannya. Mereka juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.

“Menyediakan alat pengukur suhu tubuh, menyediakan wastafel, meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara bersama seperti karpet, sajadah, rukuh, dan lainnya,” urai Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Tak hanya itu, dalam kegiatan pembelajaran saat santri kembali ke pesantren, pengasuh menyiapkan kebijakan menggunakan masker, mengatur jaga jarak tempat belajar atau mengaji santri. Santri diminta tidak berkerumun, membiasakan cuci tangan, dan mengurangi aktivitas di luar pesantren.

Pesantren juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana pesantren secara rutin.

Dalam survei yang sama juga ditemukan untuk mendukung new normal, pesantren membutuhkan dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pesantren secara berurutan membutuhkan bantuan operasional pesantren dan perbaikan sarana prasarana. Kemudian, insentif ustaz dan tenaga kependidikan.

“Sedangkan, dukungan pemeriksaan kesehatan dan bantuan pembelajaran jarak jauh hanya dibutuhkan oleh sebagian kecil pesantren,” pungkas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Survei itu dilaksanakan secara online pada 13-14 Juni 2020. Survei melibatkan 1.262 pesantren di seluruh Indonesia. Survei itu menggunakan metode incidental sampling dengan responden terdiri atas pimpinan, pengurus, dan pengasuh pesantren.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Ditunjuk Disdik

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Di tunjuk Disdik. SMP Negeri 2…

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69 Jajaran Subbag Humas Polres…

Bawaslu Klaten Menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Masih Rendah

Bawaslu Klaten menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada masih Rendah.. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten…

Puluhan Pemuda Gotong Royong buat Akses Jalan Di Tengah Perkampungan

Puluhan Pemuda gotong Royong  buat Akses jalan di Tengah perkampungan, Puluhan Pemuda warga  Dusun Pucung…

PLN Peduli, YBM PT PLN Klaten Salurkan 250 Paket berupa Uang senilai RP 50 juta di Lima Panti Asuhan Yatim di Klaten

PLN Peduli,YBM PT PLN Klaten salurkan 250 paket senilai Rp 50 juta di lima Panti…

Makam Seluas 657 Meter Persegi di Kas Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan Tol Jogja-Solo

Makam Seluas 657 Meter Persegi  di Kas  Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan…

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima Bantuan Beras.

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima  Bantuan Beras.  Bantuan Sosial Beras…

12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten Mendapat Bantuan 24 Ekor Kambing

Sebanyak 12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten mendapat bantuan  24 ekor Kambing. Camat…

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…