Senin, 19 April 2021

Sambut New Normal Bidang Pendidikan, Pesantren Indonesia Siap!

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 03:55WIB
3 menit baca
Santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin menabuh rebana mengiringi misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)
Santri dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin menabuh rebana mengiringi misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)
16859678893602362891

Solopos.com, SOLO — Pesantren-pesantren di Indonesia umumnya menyatakan siap menyambut era new normal dalam bidang pendidikan. Mereka mulai menyusun sejumlah strategi untuk memenuhi protokol kesehatan.

Hasil survei yang dilakukan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menemukan sejumlah pesantren memutuskan memulangkan santri saat ada pandemi Covid-19. Keputusan memulangkan santri itu ada dua alasan. Pertama, pesantren mengikuti imbauan pemerintah untuk BDR. Kedua, pesantren tidak mau ambil risiko tertular Covid-19.

Ada dua jenis pesantren yang menjadi responden dalam survei itu yakni pesantern yang hanya mengaji atau tipe A. Berikutnya pesantren yang mengaji dan penyelenggara pendidikan lainnya atau tipe B.

“Alasan lingkungan pesantren lebih aman menjadi alasan utama pesantren tidak memulangkan satrinya,” tulis Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama sebagaimana rilis kepada Solopos.com, Kamis (18/6/2020).

Selama BDR, ada dua model pembelajaran yang dilakukan yakni mengaji di rumah melalui pembelajaran daring dan target yang dibuat pesantren. Berikutnya, mengaji di rumah melalui bimbingan orang tua.

Sedangkan, di pesantren yang memilih tidak memulangkan santrinya, melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Tak Ada Bantuan Pemerintah

Selama BDR, lanjut Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, kedua jenis pesantren mengaku tidak menerima bantuan pemerintah dalam bentuk apapun. Hanya sedikit pesantren yang menerima bantuan pemerintah itu berupa dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan. Ada pula dukungan sarana kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.

“Insentif ustaz dan tenaga kependidikan. Dan bantuan pembelajaran jarak jauh hanya didapat oleh sedikit pesantren,” lanjut Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Disinggung soal kesiapan new normal bidang pendidikan, 85 persen pesantren menyatakan akan mengembalikan para santrinya. Sisanya, pesantren tidak akan mengembalikan santri. Pada pesantren tipe B, mayoritas berencana mengembalikan santri.

“Umumnya pesantren dalam memasuki new normal mengaku ‘mengembalikan santri ke pesantren dengan memperhatikan protokol kesehatan,” imbuh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Persiapan New Normal

Dalam survei itu juga terungkap pesantren mempersiapkan protokol kesehatan dalam konteks new normal dengan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 (77,9 persen). Pesantren juga memastikan kesehatan santri melalui surat keterangan sehat (66,8 persen).

Kemudian, sebagian kecil pesantren menyiapkan protokol kesehatan dengan membikin klinik kesehatan pesantren beserta perlengkapannya. Mereka juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.

“Menyediakan alat pengukur suhu tubuh, menyediakan wastafel, meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara bersama seperti karpet, sajadah, rukuh, dan lainnya,” urai Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Tak hanya itu, dalam kegiatan pembelajaran saat santri kembali ke pesantren, pengasuh menyiapkan kebijakan menggunakan masker, mengatur jaga jarak tempat belajar atau mengaji santri. Santri diminta tidak berkerumun, membiasakan cuci tangan, dan mengurangi aktivitas di luar pesantren.

Pesantren juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana pesantren secara rutin.

Dalam survei yang sama juga ditemukan untuk mendukung new normal, pesantren membutuhkan dukungan sarana prasarana untuk memenuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pesantren secara berurutan membutuhkan bantuan operasional pesantren dan perbaikan sarana prasarana. Kemudian, insentif ustaz dan tenaga kependidikan.

“Sedangkan, dukungan pemeriksaan kesehatan dan bantuan pembelajaran jarak jauh hanya dibutuhkan oleh sebagian kecil pesantren,” pungkas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Survei itu dilaksanakan secara online pada 13-14 Juni 2020. Survei melibatkan 1.262 pesantren di seluruh Indonesia. Survei itu menggunakan metode incidental sampling dengan responden terdiri atas pimpinan, pengurus, dan pengasuh pesantren.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima BST Kemensos

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima  BST Kemensos. KBRN, Klaten :Sebanyak 147 KK…

Polres Klaten Bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya, Polres Klaten membagikan 1200 takjil gratis…

Penerima BST Kemensos Menurun di Desa Tijayan klaten ,di Pertanyakan warga

Penerima BST Kemensos  Menurun di Desa Tijayan Klaten ,Dipertanyakan Warga. Kepala Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo…

Polres Klaten Bantu Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 di Manisrenggo Klaten

Polres Klaten Bantu  Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 W di Manisrenggo Klaten Polres Klaten…

Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa

    Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa. KBRN, Klaten : Jajaran Polres…

Harga Sembako di Pasar Tradisional Klaten Masih Normal

Harga Sembako di Pasar Tradisional  Klaten Masih Normal. . KBRN.Klaten :Untuk mengetahui stock barang barang…

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya. Kepolisian Resor (Polres) Klaten membagikan ribuan…