Jumat, 22 Januari 2021

Pasangan suami istri usia 75 tahun di Desa Sumberharjo Sleman di karuniai anak yang pertama

Angkasanews.id-
Kamis, 27 Agustus 2020 | 14:17WIB
2 menit baca
foto mangku bayi
16859678893602362891

Pasangan suami istri usianya 75 di Desa Sumberharjo Sleman di karuniai anak yang  pertama .

Meski usianya  sudah tidak muda lagi. Pasangan suami istri Suharman (75) dan Paryanti (44) warga Grogol Wetan sumberharjo, Prambanan Sleman  dikaruniai seorang anak pertama. 

Suharman bersama istrinya kepada wartawan Kamis (27/8/20)menceritakan kisah bahagianya tersebut. Bahkan ia tidak menyangka akan dikaruniai anak oleh Alloh SWT meski usianya sudah tidak muda lagi. 

Menurutnya, pasangan yang baru setahun menikah itu langsung mendapat anak pertama yang lahir pada 24 Juni 2020 lalu. Bayi laki-laki yang dilahirkan di RSUD Prambanan Sleman  oleh Suharman diberi nama Herlambang Prastowo. 

“Her artinya air, lambang artinya simbol sedangkan Prastowo artinya prahara. Saya berharap, dengan adanya wabah Covid 19 di negara ini semoga segera hilang, maka dari itu  saya namakan Herlambang Prastowo,” tandasnya

Setelah sebelumnya gagal dipernikahan keduanya, Suharman lantas mempersunting Paryanti. Dua bulan menikah, secara tidak sengaja istrinya memeriksakan kesehatanya karena mempunyai penyakit sesak nafas. 

Di jelaskan Saat diperiksa, ternyata dokter rumah sakit mengatakan kalau Paryanti sedang mengandung. Sontak kabar tersebut membuat keduanya berbahagia, setelah menunggu 9 bulan, akhirnya bayi dilahirkan secara normal. 

“Bayi saya lahir secara normal, dengan berat badan 2,9 kilogram. Saya sangat bahagia sekali, doa saya dikabulkan Alloh SWT dengan memberikan anak,” ungkapnya  

Lebih lanjut Suharman mengatakan  setiap harinya dirinya  bekerja sebagai petani pisang ini, saat persalinan istrinya ia hanya mempunyai uang Rp 300 ribu. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk membayar persalinan anknya sekitar Rp 5.13000. 

“Saat itu saya tidak punya uang yang cukup. Tapi alhamdulillah banya dermawan dan masyarakat yang membantu saya untuk membayar biaya di rumah sakit,” katanya. 

Saat ini hari-hari pasangan suami istri ini penuh kebahagiaan dengan kelahiran anak pertama mereka. Namun karena ASI ibunya sudah tidak keluar, si bayi terpaksa harus diberikan susu formula sebagai pengganti ASI. 

“Anak saya di berikan susu formula, karena ASI ibunya tidak tidak keluar. Setiap hari saya bertani pisang kalau istri tidak bekerja, tapi dulu bekerja di sarung tangan,” ucap  kakek yang lahir tahun 1945, sebelum kemerdekaan ini. 

Meski kesulitan ekonomi, banyak warga sipil berganti datang untuk memberikan bantuan kepada pasangan ini. Seperti yang dilakukan pararelawan Tirto Rescue Berbah, yang memberikan bantuan perlengkapan bayi dan sembako. 

Sementara itu relawan Kecamatan Berbah Wahyudi mengatakan “Kami mendapat informasi dari tenan-teman relawan, kalau ada ada kakek yang tidak bekerja punya anak kecil. Makanya kita langsung koordinasi dan memberikan bantuan,” 

Ia berharap bantuan yang diberikan dari relawan  bisa bermanfaat pada pasangan suami istri ini. “Antar sesama harus saling tolong-menolong, semoga ini bisa bermanfaat,” pungkasnya. (yn)

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…