Kamis, 29 Oktober 2020

Pengembang tawarkan konsep Perumahan bagi warga terdampak jalan Tol Jogja –Solo di Desa Joho Klaten

Angkasanews.id-
Minggu, 30 Agustus 2020 | 11:13WIB
3 menit baca
IMG-20200831-WA0002
16859678893602362891

Pengembang tawarkan konsep Perumahan bagi warga terdampak jalan Tol Jogja –Solo di Desa Joho Klaten .

Para pengembang mulai menawarkan konsep perumahan bagi warga yang rumahnya yang bakal terdampak proyek pembangunan tol Solo-Jogja yang melewati di Klaten. Mereka menjamin konsep tersebut tidak  bakal merugikan warga terdampak.

Salah satu pengembang yang menawarkan konsep yakni PT Winha Cipta Karya. Perusahaan asal Jogja itu setahun terakhir menyiapkan lahan-lahan di desa yang sebagian permukimannya dilewati jalan tol Solo-Jogja Salah satunya di Desa Joho, Kecamatan Prambanan Klaten

Direktur PT Winha Cipta Karya, Hardi, mengatakan sekitar  setahun ini sudah menyiapkan lahan sekitar 1 ha (satu hektar )di Desa Joho. Lahan tersebut ditawarkan menjadi lokasi baru untuk hunian warga terdampak jalan Tol Solo-Jogja  “di Desa Joho kami jadikan  sebagai pilot project  karena warga Joho yang kami nilai paling siap menghadapi dampak tol ini,” tandasnya minggu (30/8/2020).

Direktur PT Winha Cipta Karya

 

Di katakan kami  menjamin dari lahan yang disiapkan tak bakal merugikan warga. Ia  menjelaskan dari lahan-lahan yang sudah dia siapkan, harga tanah tidak akan   dinaikkan. “Kalau pada umumnya  pengembang akan menaikkan harga tanah sesuai dengan harga ganti kerugian tanah terkena jalan tol. Maka dari itu  kami siapkan konsep sejak setahun lalu yang  nantinya harga tidak dinaikkan,”

Di jelaskan  konsep tersebut kami tawarkan agar warga tetap bisa memiliki sisa duit dari hasil pembayaran ganti kerugian atas bangunan dan bidang tanah terdampak tol. “Kelemahan selama ini kan orang sudah kehilangan rumah, mau buat rumah lagi susah karena harganya sudah tinggi. Padahal mereka ingin ada sisa uang dari uang ganti kerugian yang dibelikan tanah dan untuk membangun rumah,”ungkapnya  

Lebih lanjut Hardi mengatakan Soal harga tanah dan rumah yang  tawarkan, yakni  mulai dari harga diatas Rp140 juta. Luas bangunan mulai dari 30 meter persegi dengan luas bidang tanah 60 meter persegi.untuk Perumahan Kelas menengah berkisar RP 200.000 juta  dan VIP berkisar Rp 600.000 Juta

Kami akan  segera menyosialisasikan konsep itu ke warga terdampak proyek tol di Joho dan pihaknya  memastikan tidak ada paksaan kepada warga untuk mengikuti konsep itu. “Kami akan sosialisasikan ke warga. Kami sudah membuat beberapa sampel rumah yang nanti bisa dilihat warga ingin seperti apa,”

Selain konsep perumahan,  juga  sudah membuat konsep bagi warga terdampak jalan tol yang memiliki ternak. Kami  menyiapkan konsep perumahan dilengkapi kandang komunal”ujarnya

Sementara itu,Kepala Desa Joho, Yulis Tanto, mengatakan konsep yang ditawarkan pengembang itu untuk mengantisipasi bagi warga yang kebingungan mencari rumah baru setelah rumah yang mereka huni selama bertahun-tahun dilewati jalan tol. “Rata-rata warga itu kan petani. Mereka bingung kalau rumahnya kena tol kemudian mau tinggal dimana. Padahal mereka menghendaki tetap tinggal berada di Desa Joho.

Ia menambahkan  konsep yang ditawarkan Hardi tersebut  menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kebingungan warga terdampak tol. Ia menegaskan tak ada paksaan agar warga membeli hunian yang disiapkan pengembang itu. “Konsep yang ditawarkan itu warga tetap bisa mendapatkan pengganti rumah tetapi uang ganti kerugian mereka tidak habis. Ini tidak ada paksaan. Kalau warga mau mencari lahan dan membangun rumah sendiri kami persilakan,” pungkasnya. (yn)

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Ditunjuk Disdik

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Di tunjuk Disdik. SMP Negeri 2…

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69 Jajaran Subbag Humas Polres…

Bawaslu Klaten Menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Masih Rendah

Bawaslu Klaten menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada masih Rendah.. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten…

Puluhan Pemuda Gotong Royong buat Akses Jalan Di Tengah Perkampungan

Puluhan Pemuda gotong Royong  buat Akses jalan di Tengah perkampungan, Puluhan Pemuda warga  Dusun Pucung…

PLN Peduli, YBM PT PLN Klaten Salurkan 250 Paket berupa Uang senilai RP 50 juta di Lima Panti Asuhan Yatim di Klaten

PLN Peduli,YBM PT PLN Klaten salurkan 250 paket senilai Rp 50 juta di lima Panti…

Makam Seluas 657 Meter Persegi di Kas Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan Tol Jogja-Solo

Makam Seluas 657 Meter Persegi  di Kas  Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan…

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima Bantuan Beras.

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima  Bantuan Beras.  Bantuan Sosial Beras…

12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten Mendapat Bantuan 24 Ekor Kambing

Sebanyak 12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten mendapat bantuan  24 ekor Kambing. Camat…

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…