Selasa, 20 Oktober 2020

Gibran Dinilai Perpanjang Daftar Politik Dinasti Keluarga

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:25WIB
2 menit baca
 Ilustrasi politik dinasti (outlookindia.com)
Ilustrasi politik dinasti (outlookindia.com)
16859678893602362891

Solopos.com, JAKARTA – Tampilnya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wali kota Solo dinilai menambah daftar panjang politik dinasti keluarga. Politik dinasti selama ini tidak mengindahkan proses kaderisasi partai.

Hal itu dikemukakan pengamat politik Adi Prayitno ketika dimintai pendapatnya soal pengumuman DPP PDIP yang menetapkan Gibran bersama Teguh Prakosa sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya kader PDIP Achmad Purnomo sempat digadang-gadang untuk menjadi calon wali kota di tanah kelahiran Presiden Jokowi tersebut. Jokowi juga pernah menjadi wali kota Solo.

Adi menilai tidak ada kejutan dengan pengumuman yang disampaikan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani itu. Menurut Adi, tanpa diumukan pun publik sudah bisa membaca akan munculnya “putra mahkota” yang datang belakangan tersebut.

“Pencalonan Gibran menambah daftar panjang politik dinasti keluarga. Calon internal sudah firmed, tapi karena ada putra mahkota maka situasi jadi jadi berubah,” ujar Adi kepada Bisnis.

Adi mengatakan memang tidak ada aturan yang dilanggar dengan kemunculan Gibran pada kontestasi politik itu. Akan tetapi, lanjut Adi, dari sisi etika politik hal itu tidak elok karena akan memunculkan konflik kepentingan nantinya selain persoalan konsistensi sikap Gibran.

“Apalagi Gibran pernah menyatakan tidak tertarik dengan politik karena ingin konsentrasi pada bidang bisnis,” ujar peneliti politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah tersebut.

Adi juga menyoroti langkah PDIP yang dikenal sebagai partai kader.

Menurut Adi, kemunculan Gibran di laga politik Kota Solo itu wajar dikritisi publik. Selama ini PDIP dikenal sebagai partai yang mengutamakan kader partai sebagai calon pemimpin kepala daerah.

Selain itu, berita soal Gibran maju jadi calon wali kota menjadi ramai karena bagaimanapun Presiden Jokowi turut berkontribusi atas pencalonan itu. “Sepertinya Gibran diberi karpet merah untuk tampil sebagai kandidat kepala daerah,” ujar Adi.

 

Konflik Kepentingan

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyebut bentuk konflik kepentingan pada pencalonan Gibran sudah terlihat dari pengakuan Purnomo, pesaing Gibran dalam meraih tiket dari PDIP.

Purnomo mengaku dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara. Dia diberitahu oleh Jokowi jika pasangan calon yang diusung PDIP bukan dirinya, melainkan Gibran-Teguh.

Sehari kemudian atau pada Jumat (17/7/2020), PDI-P pun mengumumkan secara resmi dukungan kepada Gibran-Teguh.

“Ini jelas menyalahgunakan fasilitas negara. Beliau harus bedakan mana kepentingan negara mana kepentingan keluarga,” kata Pangi.

Menurut Pangi, semestinya Gibran maupun seluruh anggota keluarga Jokowi menunggu untuk terjun ke politik praktis hingga Jokowi tak lagi menjabat sebagai Kepala Negara.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…

Pemdes Kebonalas Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa Baru Senilai Rp 700 Juta.

Pemerintah Desa Kebonalas Kecamatan Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa baru dengan anggaran senilai RP 700…

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako. KBRN,…

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi.

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi. Kepala Desa Joho Sulis…

Pengembang Siapkan Ratusan Rumah Untuk Warga Klaten Yang Terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo

Pengembang siapkan Ratusan Rumah untuk warga Klaten yang terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo. Unit…

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama Hingga Ke Empat Berjalan Lancar.

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama  Hingga Tahap Ke Empat …

Dampak Covid 19, PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten baru Capai 75 %

Dampak Covid 19 PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten Baru capai 75 %. Akibat Covid-19 pendapatan…

5 SMP N di Klaten Uji Coba PTM berjalan baik dan Lancar

5 SMP N di Klaten Uji Coba  PTM hari pertama  berjalan baik dan Lancar. Kepala…

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB Bisa Capai 98 % Meskipun Covid 19

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB bisa Capai 98 persen meskipun Covid 19.  …