Senin, 18 Januari 2021

Gibran Dinilai Perpanjang Daftar Politik Dinasti Keluarga

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:25WIB
2 menit baca
 Ilustrasi politik dinasti (outlookindia.com)
Ilustrasi politik dinasti (outlookindia.com)
16859678893602362891

Solopos.com, JAKARTA – Tampilnya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wali kota Solo dinilai menambah daftar panjang politik dinasti keluarga. Politik dinasti selama ini tidak mengindahkan proses kaderisasi partai.

Hal itu dikemukakan pengamat politik Adi Prayitno ketika dimintai pendapatnya soal pengumuman DPP PDIP yang menetapkan Gibran bersama Teguh Prakosa sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya kader PDIP Achmad Purnomo sempat digadang-gadang untuk menjadi calon wali kota di tanah kelahiran Presiden Jokowi tersebut. Jokowi juga pernah menjadi wali kota Solo.

Adi menilai tidak ada kejutan dengan pengumuman yang disampaikan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani itu. Menurut Adi, tanpa diumukan pun publik sudah bisa membaca akan munculnya “putra mahkota” yang datang belakangan tersebut.

“Pencalonan Gibran menambah daftar panjang politik dinasti keluarga. Calon internal sudah firmed, tapi karena ada putra mahkota maka situasi jadi jadi berubah,” ujar Adi kepada Bisnis.

Adi mengatakan memang tidak ada aturan yang dilanggar dengan kemunculan Gibran pada kontestasi politik itu. Akan tetapi, lanjut Adi, dari sisi etika politik hal itu tidak elok karena akan memunculkan konflik kepentingan nantinya selain persoalan konsistensi sikap Gibran.

“Apalagi Gibran pernah menyatakan tidak tertarik dengan politik karena ingin konsentrasi pada bidang bisnis,” ujar peneliti politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah tersebut.

Adi juga menyoroti langkah PDIP yang dikenal sebagai partai kader.

Menurut Adi, kemunculan Gibran di laga politik Kota Solo itu wajar dikritisi publik. Selama ini PDIP dikenal sebagai partai yang mengutamakan kader partai sebagai calon pemimpin kepala daerah.

Selain itu, berita soal Gibran maju jadi calon wali kota menjadi ramai karena bagaimanapun Presiden Jokowi turut berkontribusi atas pencalonan itu. “Sepertinya Gibran diberi karpet merah untuk tampil sebagai kandidat kepala daerah,” ujar Adi.

 

Konflik Kepentingan

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyebut bentuk konflik kepentingan pada pencalonan Gibran sudah terlihat dari pengakuan Purnomo, pesaing Gibran dalam meraih tiket dari PDIP.

Purnomo mengaku dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara. Dia diberitahu oleh Jokowi jika pasangan calon yang diusung PDIP bukan dirinya, melainkan Gibran-Teguh.

Sehari kemudian atau pada Jumat (17/7/2020), PDI-P pun mengumumkan secara resmi dukungan kepada Gibran-Teguh.

“Ini jelas menyalahgunakan fasilitas negara. Beliau harus bedakan mana kepentingan negara mana kepentingan keluarga,” kata Pangi.

Menurut Pangi, semestinya Gibran maupun seluruh anggota keluarga Jokowi menunggu untuk terjun ke politik praktis hingga Jokowi tak lagi menjabat sebagai Kepala Negara.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…