Sabtu, 24 Juli 2021

Ogah Petani Jadi Komoditas Politik, KTNA Sragen Tawarkan 5 Program ke Cabup

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:26WIB
3 menit baca
 Ilustrasi petani menebar pupuk. (Antara-Hendra Nurdiyansyah)
Ilustrasi petani menebar pupuk. (Antara-Hendra Nurdiyansyah)
16859678893602362891

Solopos.com, SRAGEN — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen menawarkan lima program petani bagi siapa pun calon bupati atau cabup yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Sragen.

Bila ada calon bupati (cabup) yang siap merealisasikan lima program tersebut, KTNA Sragen dan petani siap mengawalnya.

Tantangan untuk cabup tersebut diungkapkan Ketua KTNA Sragen Suratno saat dihubungi solopos.com, Selasa (14/7/2020).

Suratno yang juga Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Sragen mengaku melihat posisi petani sering kali dimanfaatkan untuk komoditas politik menjelang pilkada.

Dia agak gerah ketika menjelang pemilu petani didekati oleh cabup tetapi ketika tidak ada pemilu seolah petani diabaikan. Suratno tidak ingin petani dijadikan komoditas politik lagi dengan menawarkan program riil yang menjadi impian petani.

Pertama, Suratno menyatakan cabup berani tidak membuat komitmen dengan petani untuk mencukupi kebutuhan pupuk, khususnya pupuk majemuk atau pupuk organik yang dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sragen.

Suratno menyampaikan selama ini petani selalu dipusingkan dengan persoalan pupuk yang setiap tahunnya berkurang alokasinya karena alokasi yang diberikan pemerintah pusat selalu tidak sesuai dengan kebutuhan petani.

“Kedua, cabup-cabup itu ada yang berani tidak membuat selepan atau penggilingan padi yang terintegrasi dalam skala besar milik Pemkab Sragen tetapi dikelola bersama-sama dengan petani. Sragen yang menjadi lumbung padi itu benar-benar bisa dinikmati warga Sragen. Selama ini hasil panen banyak yang lari ke luar Sragen karena ditebas para tengkulak gabah. Orientasi selepan itu untuk kesejahteraan petani,” ujar Suratno.

Ketiga, Suratno menantang cabup Sragen untuk berani men-support kelembagaan petani, seperti kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), dalam bentuk pemberdayaan kelompok.

Dia mencontohkan misalnya Pemkab bisa memfasilitasi kegiatan poktan atau memfasilitasi teknologi pertanian petani dan didampingi sampai proses penjualan hasil panen.

Pasar Lelang Hortikultura

Keempat, Suratno mengatakan cabup harus berani membuat pasar lelang untuk produk-produk hortikultura di sejumlah lokasi dengan basis kecamatan atau sentra-sentra hortikultura, seperti sentra melon, sentra semangka, dan sentra lainnya.

Kemudian kelima, Suratno menyampaikan petani ingin ada branding produk pertanian yang bisa mengangkat nama Sragen di tingkat nasional.

Dia mengatakan misalnya pembuatan pupuk cair organik dengan izin Kementerian Pertanian (Kementan). Pengelolaan dan produksi tersebut diserahkan ke petani dalam bentuk badan usaha milik petani (BUMP).

“Kelima program tersebut riil dari keinginan petani. Semua kegiatan tersebut dianggarkan di APBD sehingga ada jaminan kegiatan. Lima program itu untuk siapa pun calon bupatinya. Bagi Bupati yang bisa mengatasi harga pupuk dan mengendalikan harga pascapanen maka Bupati tersebut mendapat dukungan maksimal dari petani. Penduduk Sragen masih didominasi petani,” jelasnya.

Pada bagian lain, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan Pemkab Sragen tidak pernah mengurangi kuota pupuk bersubsidi.

Yuni, sapaan akrabnya, mengatakan usulan pupuk ke pemerintah pusat dan provinsi itu selalu sama seperti kebutuhan petani tetapi Pemkab Sragen tidak bisa berbuat banyak karena hanya menerima kuota pupuk.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…