Selasa, 27 Oktober 2020

Ogah Petani Jadi Komoditas Politik, KTNA Sragen Tawarkan 5 Program ke Cabup

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:26WIB
3 menit baca
 Ilustrasi petani menebar pupuk. (Antara-Hendra Nurdiyansyah)
Ilustrasi petani menebar pupuk. (Antara-Hendra Nurdiyansyah)
16859678893602362891

Solopos.com, SRAGEN — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen menawarkan lima program petani bagi siapa pun calon bupati atau cabup yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Sragen.

Bila ada calon bupati (cabup) yang siap merealisasikan lima program tersebut, KTNA Sragen dan petani siap mengawalnya.

Tantangan untuk cabup tersebut diungkapkan Ketua KTNA Sragen Suratno saat dihubungi solopos.com, Selasa (14/7/2020).

Suratno yang juga Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Sragen mengaku melihat posisi petani sering kali dimanfaatkan untuk komoditas politik menjelang pilkada.

Dia agak gerah ketika menjelang pemilu petani didekati oleh cabup tetapi ketika tidak ada pemilu seolah petani diabaikan. Suratno tidak ingin petani dijadikan komoditas politik lagi dengan menawarkan program riil yang menjadi impian petani.

Pertama, Suratno menyatakan cabup berani tidak membuat komitmen dengan petani untuk mencukupi kebutuhan pupuk, khususnya pupuk majemuk atau pupuk organik yang dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sragen.

Suratno menyampaikan selama ini petani selalu dipusingkan dengan persoalan pupuk yang setiap tahunnya berkurang alokasinya karena alokasi yang diberikan pemerintah pusat selalu tidak sesuai dengan kebutuhan petani.

“Kedua, cabup-cabup itu ada yang berani tidak membuat selepan atau penggilingan padi yang terintegrasi dalam skala besar milik Pemkab Sragen tetapi dikelola bersama-sama dengan petani. Sragen yang menjadi lumbung padi itu benar-benar bisa dinikmati warga Sragen. Selama ini hasil panen banyak yang lari ke luar Sragen karena ditebas para tengkulak gabah. Orientasi selepan itu untuk kesejahteraan petani,” ujar Suratno.

Ketiga, Suratno menantang cabup Sragen untuk berani men-support kelembagaan petani, seperti kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), dalam bentuk pemberdayaan kelompok.

Dia mencontohkan misalnya Pemkab bisa memfasilitasi kegiatan poktan atau memfasilitasi teknologi pertanian petani dan didampingi sampai proses penjualan hasil panen.

Pasar Lelang Hortikultura

Keempat, Suratno mengatakan cabup harus berani membuat pasar lelang untuk produk-produk hortikultura di sejumlah lokasi dengan basis kecamatan atau sentra-sentra hortikultura, seperti sentra melon, sentra semangka, dan sentra lainnya.

Kemudian kelima, Suratno menyampaikan petani ingin ada branding produk pertanian yang bisa mengangkat nama Sragen di tingkat nasional.

Dia mengatakan misalnya pembuatan pupuk cair organik dengan izin Kementerian Pertanian (Kementan). Pengelolaan dan produksi tersebut diserahkan ke petani dalam bentuk badan usaha milik petani (BUMP).

“Kelima program tersebut riil dari keinginan petani. Semua kegiatan tersebut dianggarkan di APBD sehingga ada jaminan kegiatan. Lima program itu untuk siapa pun calon bupatinya. Bagi Bupati yang bisa mengatasi harga pupuk dan mengendalikan harga pascapanen maka Bupati tersebut mendapat dukungan maksimal dari petani. Penduduk Sragen masih didominasi petani,” jelasnya.

Pada bagian lain, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan Pemkab Sragen tidak pernah mengurangi kuota pupuk bersubsidi.

Yuni, sapaan akrabnya, mengatakan usulan pupuk ke pemerintah pusat dan provinsi itu selalu sama seperti kebutuhan petani tetapi Pemkab Sragen tidak bisa berbuat banyak karena hanya menerima kuota pupuk.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Ditunjuk Disdik

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Siap Uji Coba PTM,Jika Di tunjuk Disdik. SMP Negeri 2…

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69

Humas Polres Klaten Bagikan Nasi Kotak Peringati Hari Jadi Ke 69 Jajaran Subbag Humas Polres…

Bawaslu Klaten Menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Masih Rendah

Bawaslu Klaten menilai Pengawasan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada masih Rendah.. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten…

Puluhan Pemuda Gotong Royong buat Akses Jalan Di Tengah Perkampungan

Puluhan Pemuda gotong Royong  buat Akses jalan di Tengah perkampungan, Puluhan Pemuda warga  Dusun Pucung…

PLN Peduli, YBM PT PLN Klaten Salurkan 250 Paket berupa Uang senilai RP 50 juta di Lima Panti Asuhan Yatim di Klaten

PLN Peduli,YBM PT PLN Klaten salurkan 250 paket senilai Rp 50 juta di lima Panti…

Makam Seluas 657 Meter Persegi di Kas Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan Tol Jogja-Solo

Makam Seluas 657 Meter Persegi  di Kas  Desa Taskombang Manisrenggo Klaten Bakal Di Terjang Jalan…

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima Bantuan Beras.

Ratusan KPM PKH di Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Terima  Bantuan Beras.  Bantuan Sosial Beras…

12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten Mendapat Bantuan 24 Ekor Kambing

Sebanyak 12 Kaum Difabel Intlektual Desa Kemudo Prambanan Klaten mendapat bantuan  24 ekor Kambing. Camat…

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…