Senin, 19 April 2021

Ogah Petani Jadi Komoditas Politik, KTNA Sragen Tawarkan 5 Program ke Cabup

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:26WIB
3 menit baca
 Ilustrasi petani menebar pupuk. (Antara-Hendra Nurdiyansyah)
Ilustrasi petani menebar pupuk. (Antara-Hendra Nurdiyansyah)
16859678893602362891

Solopos.com, SRAGEN — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen menawarkan lima program petani bagi siapa pun calon bupati atau cabup yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Sragen.

Bila ada calon bupati (cabup) yang siap merealisasikan lima program tersebut, KTNA Sragen dan petani siap mengawalnya.

Tantangan untuk cabup tersebut diungkapkan Ketua KTNA Sragen Suratno saat dihubungi solopos.com, Selasa (14/7/2020).

Suratno yang juga Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Sragen mengaku melihat posisi petani sering kali dimanfaatkan untuk komoditas politik menjelang pilkada.

Dia agak gerah ketika menjelang pemilu petani didekati oleh cabup tetapi ketika tidak ada pemilu seolah petani diabaikan. Suratno tidak ingin petani dijadikan komoditas politik lagi dengan menawarkan program riil yang menjadi impian petani.

Pertama, Suratno menyatakan cabup berani tidak membuat komitmen dengan petani untuk mencukupi kebutuhan pupuk, khususnya pupuk majemuk atau pupuk organik yang dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sragen.

Suratno menyampaikan selama ini petani selalu dipusingkan dengan persoalan pupuk yang setiap tahunnya berkurang alokasinya karena alokasi yang diberikan pemerintah pusat selalu tidak sesuai dengan kebutuhan petani.

“Kedua, cabup-cabup itu ada yang berani tidak membuat selepan atau penggilingan padi yang terintegrasi dalam skala besar milik Pemkab Sragen tetapi dikelola bersama-sama dengan petani. Sragen yang menjadi lumbung padi itu benar-benar bisa dinikmati warga Sragen. Selama ini hasil panen banyak yang lari ke luar Sragen karena ditebas para tengkulak gabah. Orientasi selepan itu untuk kesejahteraan petani,” ujar Suratno.

Ketiga, Suratno menantang cabup Sragen untuk berani men-support kelembagaan petani, seperti kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), dalam bentuk pemberdayaan kelompok.

Dia mencontohkan misalnya Pemkab bisa memfasilitasi kegiatan poktan atau memfasilitasi teknologi pertanian petani dan didampingi sampai proses penjualan hasil panen.

Pasar Lelang Hortikultura

Keempat, Suratno mengatakan cabup harus berani membuat pasar lelang untuk produk-produk hortikultura di sejumlah lokasi dengan basis kecamatan atau sentra-sentra hortikultura, seperti sentra melon, sentra semangka, dan sentra lainnya.

Kemudian kelima, Suratno menyampaikan petani ingin ada branding produk pertanian yang bisa mengangkat nama Sragen di tingkat nasional.

Dia mengatakan misalnya pembuatan pupuk cair organik dengan izin Kementerian Pertanian (Kementan). Pengelolaan dan produksi tersebut diserahkan ke petani dalam bentuk badan usaha milik petani (BUMP).

“Kelima program tersebut riil dari keinginan petani. Semua kegiatan tersebut dianggarkan di APBD sehingga ada jaminan kegiatan. Lima program itu untuk siapa pun calon bupatinya. Bagi Bupati yang bisa mengatasi harga pupuk dan mengendalikan harga pascapanen maka Bupati tersebut mendapat dukungan maksimal dari petani. Penduduk Sragen masih didominasi petani,” jelasnya.

Pada bagian lain, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan Pemkab Sragen tidak pernah mengurangi kuota pupuk bersubsidi.

Yuni, sapaan akrabnya, mengatakan usulan pupuk ke pemerintah pusat dan provinsi itu selalu sama seperti kebutuhan petani tetapi Pemkab Sragen tidak bisa berbuat banyak karena hanya menerima kuota pupuk.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades

BST di Desa Taji Klaten Menurun,Warga Mempertanyakan Kades. KBRN, Klaten :Sebanyak 178  KK  Warga Desa…

Warga Taskombang Klaten Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

Warga Taskombang Klaten  Menikmati Air Bersih Program Pamsimas. Kepala Desa Taskombang Kecamatan Manisrenggo Klaten Aris…

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima BST Kemensos

Warga Terdampak Covid di Desa Kemudo Klaten Terima  BST Kemensos. KBRN, Klaten :Sebanyak 147 KK…

Polres Klaten Bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten bagikan 1200 Takjil Gratis di Jalan Raya, Polres Klaten membagikan 1200 takjil gratis…

Penerima BST Kemensos Menurun di Desa Tijayan klaten ,di Pertanyakan warga

Penerima BST Kemensos  Menurun di Desa Tijayan Klaten ,Dipertanyakan Warga. Kepala Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo…

Polres Klaten Bantu Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 di Manisrenggo Klaten

Polres Klaten Bantu  Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19 W di Manisrenggo Klaten Polres Klaten…

Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa

    Inovasi Layanan Masyarakat Polres Klaten,Program Polisi Masuk Desa. KBRN, Klaten : Jajaran Polres…

Harga Sembako di Pasar Tradisional Klaten Masih Normal

Harga Sembako di Pasar Tradisional  Klaten Masih Normal. . KBRN.Klaten :Untuk mengetahui stock barang barang…

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya

Polres Klaten Bagikan Ribuan Takjil Gratis di Jalan Raya. Kepolisian Resor (Polres) Klaten membagikan ribuan…