Sabtu, 24 Juli 2021

Desa di Wonogiri Bikin Video untuk Sosialisasi Bansos, Videonya Kocak Banget!

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:55WIB
3 menit baca
Screenshot cuplikan video Balada Bansos Batuwarno (Youtube)
Screenshot cuplikan video Balada Bansos Batuwarno (Youtube)
16859678893602362891

Solopos.com, WONOGIRI — Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menyosialisasikan aturan bantuan sosial atau bansos, salah satunya lewat video sosialisasi bansos.

Hal ini seperti yang dilakukan warga Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, yang membuat video berjudul Balada Bansos Batuwarno. Video yang diunggah di Youtube tersebut memberi gambaran aturan dalam penyaluran bansos pandemi Covid-19.

Tak cuma memberi pencerahan, video sosialisasi bansos tersebut juga dibubuhi adegan kocak serta para pemain yang bertingkah jenaka. Hingga saat ini, sudah ada dua video yang diunggap dengan tema sama.

Misalnya di video pertama Balada Bansos Batuwarno, ada salah satu tokoh perempuan berdaster dan berkerudung, namun diperankan pria. Ibu-ibu ini sempat jatuh terjerembab kala hendak mendatangi tukang sayur.

Di video Balada Bansos Episode 2 lebih kocak lagi. Ada salah satu tokoh di video yang protes lantaran kepada desa tidak memberinya bansos pandemi Covid-19. Padahal dirinya adalah keponakan sang kepala desa.

Sri, perempuan yang protes tersebut datang menemui Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Tri Haryanto (Triko). Dia datang bersama Minten, warga lain yang menerima bansos, dan seorang ketua RT.

Protes Tak Terima Bansos

Sri protes karena tidak mendapatkan bantuan, sedangkan tetangganya, Minten, mendapat bansos. Padahal Sri keponakan Triko.

Minten mengatakan drinya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya, selain itu suaminya sakit keras.

Triko lalu menjelaskan Sri tidak mendapat bansos karena sudah menerima bantuan Program Kelurga Harapan (PKH). Sedangkan Minten mendapat bansos karena terkena PHK dan sebelumnya tidak menerima bantuan PKH maupun Bantuan Sembako Pangan (BSP).

Saat perbincangan terjadi, datang seorang laki-laki mengunjungi rumah Kades. Kades dan warga ketakutan lantaran pria itu preman di Desa Sumberejo.

Di luar dugaan, laki-laki tersebut justru mengembalikan bansos. “Pak Polo niki bansose kulo wangsulke amargi taksih kathah ingkang mbetahaken [Pak Kepala Desa, ini bansos saya kembalikan karena masih banyak yang membutuhkan],” kata sang preman.

“Tak tompo Jek, luar biasa [saya terima Jek, luar biasa],” sahut Kepala Desa. Dia lalu mengingatkan Sri untuk belajar pada pria tersebut. Sang preman adalah sopir yang kena PHK, namun lantaran merasa masih memiliki penghasilan lain, dia dengan kesadaran sendiri mengembalikan bansos.

Video diunggah di Youtube

Cerita di video sosialisasi bansos ini sangat sederhana dan mudah dicerna. Video ini dibuat Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Batuwarno bekerjasama dengan Pemdes Sumberejo. Video tersebut diunggah di chanel Youtube 8 Productions sejak Minggu (16/6/2020).

Hingga Senin (22/6/2020) pukul 12.30 WIB, video berdurasi dua menit 33 detik tersebut ditonton lebih dari 1.000 kali dan dibubuhi 75 tanda suka.

Anggota TPID Batuwarno, Arfan Agusta, mengatakan video tersebut dibuat untuk memudahkan edukasi kepada masyarakat terkait penyaluran bansos. Karena fakta di lapangan penyaluran bansos menjadi perdebatan dan perselisihan di kalangan masyarakat.

Ke depan, tim TPID akan membuat video lagi dengan tema lain, tetapi masih berkaitan dengan kondisi Covid-19.

“Pemerintah tidak mungkin menyampaikan secara langsung kepada masyarakat secara individu. Jika dibuat video, masyarakat bisa mendapat sosialisasi melalui handphone masing-masing. Intinya mempermudah sosialisasi dan pemahaman,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Kades Sumberejo, Tri Haryanto, yang juga berperan dalam video itu mengatakan cuplikan video tersebut menggambarkan kejadian nyata saat pendataan dan penyakulan bansos di masa pandemi.

Ada Kecemburuan Penerima Bansos

Sebagian masyarakat belum mengetahui regulasi atau kriteria penerima bansos. Sehingga sering kali terjadi kecemburuan antar warga dan melakukan protoes.

Menurut dia, ada warga yang sudah menerima PKH dan BSP tetapi masih meminta bantuan. Ada juga yang sudah mempu, tetapi tetap melakukan protes karena tidak didata. Padahal penerima bansos ada kriteria yang ditentukan.

“Problem-problem yang ada coba kita sampaikan dengan video pendek. Dengan harapan mereka memahami kriteria penerima bansos,” kata dia saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Sabtu.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar

SMP N 2 Karangnongko di Lereng Merapi Gelar MPLS Secara Online Berjalan Lancar Kepala Sekolah…

SMP N 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online

SMP Negeri 2 Manisrenggo Klaten Gelar MPLS Secara Online SMP N 2 Manisrenggo Klaten Jawa…

Kabar Gembira,Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS

Kabar Gembira, Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS. Ada kabar gembira bagi masyarakat Klaten, khususnya…

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung

Tekan Covid 19,Polres Klaten Gelar Operasi Yustisi Prokes dan Patroli Penertiban Warung Saat ini PPKM…

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid 19

Pemcam Manisrenggo Klaten Lengkapi Sarana dan Prasarana tempat Isolasi Terpusat pasien Covid 19   KBRN;Klaten…

Cegah Kasus Covid 19,Candi Borobudur Ditutup Sementara

Cegah Kasus Covid 19, Candi Borobudur Ditutup Sementara PT  Taman  Wisata  Candi  Borobudur,  Prambanan  & …

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha Yang Buka di Atas Pukul 21.00 Wib

Aparat Gabungan di Klaten Tutup Warung dan Tempat Usaha yang Buka di Atas pukul 21.00…

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila Musda KAHMI Dipersingkat

Kasus Covid 19 di Klaten Menggila, Musda KAHMI Dipersingkat Karena Kabupaten Klaten kini sedang zona…

TNI dan Rakyat Gotong Royong Pengecoran Jalan Desa

TNI dan Rakyat Gotong Royong  Pengecoran Jalan Desa TNI dan rakyat yang tergabung dalam TMMD…

Ribuan Warga Jadi Sasaran ,Serbuan Vaksinasi di Klaten

Ribuan Warga Jadi Sasaran ‘Serbuan Vaksinasi’ di Klaten Polres Klaten bersama Kodim dan Pemkab Klaten…