Selasa, 20 Oktober 2020

Jumlah Ibu Hamil Meningkat Selama Pandemi, Pemkab Wonogiri Gencar Sosialisasi KB

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:53WIB
2 menit baca
Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa (kanan), tengah meninjau proses pelayanan pemasangan implan di Puskesmas Kecataman Girimarto, Wonogiri, Senin (29/6/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)
Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa (kanan), tengah meninjau proses pelayanan pemasangan implan di Puskesmas Kecataman Girimarto, Wonogiri, Senin (29/6/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)
16859678893602362891

Solopos.com, WONOGIRI – Jumlah ibu hamil di Kabupaten Wonogiri meningkat selama pandemi Covid-19. Pemkab Wonogiri lantas menyelenggarakan kegiatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak, Senin (29/6/2020).

Kegiatan bertajuk “Sejuta Akseptor” tersebut digelar dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-27. Kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di Wonogiri, kegiatan tersebut dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Girimarto. Tetapi setiap Puskesmas yang ada di Wonogiri juga menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencna dan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB Dan P3A), Setyarini, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa pelayanan KB di masa pandemi Covid-19 masih tetap berjalan.

Selama pandemi, menurut dia, sebagian akseptor takut mendatangi pelayanan KB. Mereka takut imunnya turun dan khawatir tertular ketika mengikuti KB. Maka dari itu melalui kegiatan tersebut masyarakat diberi edukasi dan pengertian agar tetap menjalankan KB.

Jumlah Ibu hamil di Wonogiri dari Januari hingga April 2020 tercatat ada 5.103 orang. Tetapi sebagian sudah ada yang melahirkan. Di masa pandemi jumlah ibu hamil rata-rata mencapai 100 orang setiap bulan. Menurut Rini, angka tersebut mengalami peningkatan yang tajam. Biasanya hanya kurang dari 50 orang setiap bulannnya.

Target

Target di Wonogiri pada kegiatan KB serentak tersebut sebanyak 1.628 akseptor. Dengan rincian IUD dan Implan sebanyak 171 akseptor, suntik sebanyak 279 akseptor, pill dan kondom sebanyak 1.178 akseptor. Saat ini di Wonogiri ada 105.873 pasangan yang masih subur atau produktif. Pasangan tersebut menjadi sasaran progam KB.

“Intinya kegiatan ini bertujuan untuk mencegah ledakan penduduk pada 2021. Setiap keluarga harus mengikuti KB atau merencanakan keluarga dengan baik. Hal itu dapat ditempuh dengan cara memperhatikan jarak kelahiran. Sehingga bisa tercipta keluarga yang tangguh dan mengedepankan fungsi keluarga,” kata Rini kepada wartawan di sela-sela acara, Senin.

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, mengatakan lonjakan jumlah ibu hamil di tengah pandemi merupakan fenomena menarik. “Gara-gara pandemi, orang dilarang keluar rumah. Di sisi lain justru ada kenaikan jumlah Ibu hamil,” kata dia di sela-sela kegiatan.

Edy mengingatkan agar pandemi jangan dijadikan alasan untuk lalai terhadap komitmen membangun keluarga berencana menuju keluarga tangguh dan sejahtera. Keluarga berencana, menurut dia, dapat membantu pemerintah dalam memerangi kemiskinan.

Pasangan yang sadar akan pentingnya program KB berarti telah berinvestasi jangka panjang. Hasilnya akan dirasakan beberapa waktu mendatang.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten Tetap Berjalan Lancar di tengah Pandemi Covid 19

Bumdes Kemudo Makmur Prambanan Klaten tetap berjalan lancar di tengah Pandemi Covid 19. Pengelolaan Badan…

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten

Deklarasi Bersama,Komitmen Tolak Unjuk Rasa Anarkis Masyarakat Klaten.. Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten…

Pemdes Kebonalas Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa Baru Senilai Rp 700 Juta.

Pemerintah Desa Kebonalas Kecamatan Manisrenggo Klaten Bangun Kantor Desa baru dengan anggaran senilai RP 700…

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako

Ribuan KK di Kecamatan Manisrenggo Klaten yang terdampak Covid 19 mendapat Bantuan Paket Sembako. KBRN,…

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi.

Budidaya Maggot Di Desa Joho Prambanan Klaten Akan Menggandeng Perguruan Tinggi. Kepala Desa Joho Sulis…

Pengembang Siapkan Ratusan Rumah Untuk Warga Klaten Yang Terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo

Pengembang siapkan Ratusan Rumah untuk warga Klaten yang terdampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Jogja-Solo. Unit…

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama Hingga Ke Empat Berjalan Lancar.

Uji Coba PTM Di SMP N 1 Karangdowo Klaten Tahap Pertama  Hingga Tahap Ke Empat …

Dampak Covid 19, PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten baru Capai 75 %

Dampak Covid 19 PBB di Kecamatan Karangdowo Klaten Baru capai 75 %. Akibat Covid-19 pendapatan…

5 SMP N di Klaten Uji Coba PTM berjalan baik dan Lancar

5 SMP N di Klaten Uji Coba  PTM hari pertama  berjalan baik dan Lancar. Kepala…

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB Bisa Capai 98 % Meskipun Covid 19

Kesadaran Warga Kemalang Klaten Cukup Tinggi, PBB bisa Capai 98 persen meskipun Covid 19.  …