Senin, 18 Januari 2021

Perbup New Normal Sragen Terbit, Atur 7 Sektor hingga Sanksi Sosial

Angkasanews.id-
Senin, 27 Juli 2020 | 05:51WIB
2 menit baca
Bupati Sragen Yuni Sukowati menyerahkan surat keterangan sembuh dari Covid-19 kepada perwakilan pasien sembuh saat melepas mereka di halaman Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Jumat (22/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)
Bupati Sragen Yuni Sukowati menyerahkan surat keterangan sembuh dari Covid-19 kepada perwakilan pasien sembuh saat melepas mereka di halaman Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Jumat (22/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)
16859678893602362891

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penerapan new normal, Selasa (30/6/2020).

Perbup tersebut No. 33/2020 tentang Penerapan Tatanan Kehidupan Normal Baru untuk Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Sragen.

Perbup new normal mengatur protokol kesehatan untuk tujuh sektor beserta sanksinya, berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan pembinaan pekerjaan sosial sesuai dengan kasusnya.

Ketujuh sektor yang diatur dalam Perbup itu terdiri atas sektor perekonomian, sosial, kesehatan, transportasi, ruang publik, pariwisata, dan keagamaan.

Setiap warga Sragen diwajibkan mengikuti penerapan tatanan kehidupan normal baru (new normal) untuk mewujudkan, mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan serta kehidupan sosial ekonomi.

“Perbup itu memang kami keluarkan. Kami akan lihat masyarakat supaya bisa mematuhi dan membaca benar Perbup tersebut,” ujar Yuni saat ditemui wartawan di Sukodono, Sragen, Selasa (30/6/2020).

“Kami berharap masyarakat benar-benar menerapkan new normal dengan benar. Untuk pengawasannya, nanti ada tim gabungan untuk patroli yang dikoordinasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen bersama TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya,” tambah dia.

Yuni, sapaan Bupati, optimistis penerbitan Perbup yang dibarengi dengan pencabutan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 itu tidak akan berdampak pada meningkatnya angka kasus positif di Sragen.

“Tidak berdampak lah tetapi kami harus tetap waspada. Kalau masyarakat patuh [protokol kesehatan] maka kasus Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik,” ujarnya.

Yuni menerangkan dalam sepekan terakhir tidak ada peningkatan kasus yang signifikan tetapi angka kasus sembuh justru lebih banyak dan kasus meninggal dunia hanya satu orang.

Rapid Test Massal

Yuni yakin dengan perkembangan kasus Covid-19 yang terus menurun maka Sragen yang sekarang zona kuning segera menuju zona hijau.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Sri Subekti, mengatakan rapid test massal sudah bergerak di 20 kecamatan dan Kecamatan Mondokan menjadi kecamatan ke-20 yang disasar tim DKK Sragen, Selasa.

Bekti, sapaan akrabnya, mengatakan rapid test massal di Mondokan menyasar 262 orang dan hasilnya semua non reaktif.

“Total sasaran rapid test massal sekarang sebanyak 5.727 orang. Selain rapid test, DKK juga melakukan swab test terhadap tujuh orang penghuni ruang karantina mandiri di Technopark Sragen plus satu orang yang melakukan rapid test mandiri asal Sambungmacan, Sragen,” katanya.

 

Sumber : https://www.solopos.com

Peristiwa

Hukum & Kriminal

Langganan Konten

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan berita terbaru, berita populer, dan pembaruan eksklusif.

Loading

Tulis Komentar Anda

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini Lainnya

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung

Komjen Pol Listyo Sigit Prabawo Di Calonkan Sebagai Kapolri PCNU Klaten Mendukung. Penunjukan Komjen Pol…

Meskipun Pandemi Covid 19 PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih

  Meskipun Pandemi Covid PAD Pasar Di Klaten Capai 100 Persen Lebih. Target Pendapatan Asli…

Polres Klaten Memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi

  Polres Klaten memberikan Penghargaan Kepada 30 Anggotanya Yang Berprestasi. Polres Klaten melaksanakan upacara pemberian…

Warga Desa Sidorejo Klaten Belum Mengungsi Meskipun Di KRB Tiga Merapi,Alasan Guguran Lava Pijar Mengarah Ke Barat

Warga Desa Sidorejo Klaten  Belum Mengungsi Meskipun Di KRB 3  Merapi karena Guguran lava Pijar…

Polres Klaten dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

Polres Klaten Dan Unsur Terkait Gencar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid 19….

Muspika Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Untuk Swalayan,Angkringan ,Warung Makan Guna Cegah Covid 19

Muspika, Edarkan Surat Bupati dan Sosialisasi PSBB Bagi Swalayan, Kafe, Warung, Angkringan Untuk Cegah Covid…

Untuk Cegah Covid 19, Swalayan, Angkringan Operasionalnya Di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Untuk Mencegah Covid 19, Swalayan, Angkringan, Warung Makan Operasionalnya di Batasi Hanya Sampai Pukul 19.00.Wib….

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani Secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola

Pemdes Tamanmartani Sleman Siap Layani secara Prima Kepada Masyarakat Dengan Jemput Bola. Pemerintah Desa Taman…

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor

Anggaran 4,6 Milyar Untuk Bangun Wisata Kuliner Rowo Jombor. Pembangunan wisata kuliner yang terletak di…

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak.

Untuk Meningkatkan Kemampuan Polres Klaten Gelar Latihan Menembak. Polres Klaten menggelar latihan menembak bagi anggotanya…